Saat demi
saat terus berdatangan berbagai berita yang bertema keajaibn Al-Qur’an.
Termasuk dalam kategori ini adalah berita Sapi Kelantan akan Diperdengarkan
Al-Qur’an agar Dagingnya Lebih Lembut.
Cerita ini
muncul setelah pemerintah Kelantan memutuskan untuk melakukannya setelah
terinspirasi oleh pihak-pihak yang terlibat pada majunya peternakan sapi di
Kawasan Kobe Jepang.
Kobe
dikenal sebagai penghasil sapi dengan kwalitas daging terbaik dan paling enak
di dunia. Karena kwalitasnya sangat baik maka daging sapi dari Kobe dihargai
dengan harga yang sangat mahal.
Harga yang
ditawarkan saat ini tidak kurang dari harga 31.500 Yen per 870 gram kalau di
rupiahkan Rp 3.700.000 per 870 gram. Sungguh fantastis harganya bila
dibandingkan dengan daging sapi lokal yang hanya dihargai Rp 120.000 per
kilogram.
Kelantan sendiri
adalah negara pengekspor sapi tertinggi kedua di dunia bahkan juga telah muncul
sebagai negara pertama yang mengekspor 'sado' sapi dari breed Cherolee.
Hidayatullah
dot com menulis, “Kepala Dinas Pertanian, Industri Dasar Tani, Bioteknologi dan
Teknologi Hijau Malaysia, Datuk Che Abdullah Mat Nawi, dikutip Astro Awani,
proposal untuk membawa Al-Quran ke sapi adalah bagian dari rencana aksi pemerintah
terhadap upaya tersebut.”
Dari
penuturan sejumlah pihak yang terlibat didapatkan bukti yang meyakinkan bahwa
dengan diperdengarkan Al-Qur’an maka sapi-sapi yang diternakan akan lebih
tenang dan jinak.
Dengan
adanya ketenangan pada sapi akan menghasilkan daging yang lembut, enak, dan
memiliki citarasa yang tinggi. Dengan demikian peningkatan harga jual juga akan
meningkat.
Keajaiban
Memperdengarkan Al-Qur’an
Mendengarkan
Al-Qur’an secara seksama disebut dengan istamma’a. Orang yang
mendengarkan secara seksama disebut mustami’. Mendengarkan dengan
seksama berbeda dengan hanya mendengarkan saja.
Mendengarkan
secara seksama bacaan Al-Qur’an diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an. Perintah
Allah bila dilakukan pasti mengandung keutamaan dan hikmah. Salah satunya anda
akan mendapatkan pahala seperti yang membaca.
Dalam surah
al-A’raf [7] ayat 204, Allah berfirman, ”Dan apabila dibacakan al-Quran, maka
dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat
rahmat.”
Tentu saja
mendengarkan Al-Qur’an jauh lebih baik dari padamendengarkan orang yang sedang
membicarakan aib orang lain. Kalau hewan saja bisa menerima dampak manfaat dari
Al-Qur’an maka apalagi manusia.
Kalau
mendengarkan musik klasik bisa membuat anda tenang maka kalau anda mendengarkan
Al-Qur’an akan mendapatkan yang lebih dari sekedar ketenangan. Siapa yang tidak
mau rahmat Allah? Pasti semua mau dan anda bia mendapatkannya kalau mau
mendengarkan bacaan Al-Qur’an.
Bila
membaca Al-Qur’an harus menggunakan sejumlah indra dan organ tubuh mulai dari
mata, mulut, lidah, gigi, paru-paru, dan yang lainnya maka membaca lebih mudah
untuk dilakukan. Tinggal anda pasang telinga dan hati maka anda sudah bisa
mendapatkan kasih sayang Allah SWT.
Tentu saja
mendengarnya harus dengan telinga dan hati kalau perlu anda mesti mendengar
dengan semua organ tubuh anda seolah-olah semua yang ada pada diri anda jadi
telinga semua.
Dalam
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa
mendengarkan satu ayat al-Qur’an,akan dicatat baginya satu kebajikan yang akan
berlipat ganda. Dan barangsiapa membacanya, maka baginya cahaya di Hari
Kiamat.”
Sesungguhnya
jauh dari itu semua adalah anda akan mendapatkan idayah Allah. Bukankah jin berebut
ingin mendengarkan bacaan Al-Qur’an Rasulullah saw yang sangat menakhjubkan.
Kalau anda tidak mendengarkannya maka anda tidak lebih baik dari jin-jin itu.
Berkenaan
dengan tema ini Ghulam Halim Furqoni. Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) ini
meneliti pengaruh memperdengarkan murottal Alquran terhadap produksi susu sapi
perah.