-->

3 Tema Besar Kepenulisan Dunia


Apapun hambatan yang kamu rasakan saat menulis, syukurilah itu semua dan terimalah. Bersykur atasnya akan memberikan sudut pandang baru. Kamu akan diperkaya dengan solusi-solusi.

Saat kamu tidak tinggal diam dan melakukan cara-cara untuk mengatasinya maka sejak gerakan pertama itu sesungguhnya solusi sedang menghampiri. Intuisi datangnya cepat, kawan.

Inspirasi itu datangnya bagaikan kilat. Ia bersinar terang dan cepat. Agar kamu bisa memanfaatkannya maka sediakanlah kepekaan hatimu saat itu. Jangan biarkan kecepatannya mengalahkan kecepanmu dalam menuliskannya.



2 Kegalauan yang Parah


Kalau kamu perhatikan, basti akan kamu temukan banyak kegalauan. Di sana dan di sini orang-orang dilanda kegalauan yang akut. Ia memiliki dua wajah yang satu sama lain seolah tidak mau dipisahkan.

Sedih akan masa lalu yang tidak sesuai harapan adalah wajah pertama kegalauan. Banyak yang hingga tulisan ini ditulis air mata belum kering. Ia terus melicinkan pipi dan membasahi bantal-bantal.

Hingga saat ini, masih ada tangisan sedih dan ratapan penyesalan yang mendalam. Air mata itu seolah-olah hujan yang terus menerus menetes yang lama-lama membesar hingga membanjiri sekitarnya.

Mengapa terjadi Banjir Air Mata? Tidak akan ada banjir kecuali karena alirannya banyak. Banyak yang sedih dan menangis di muka bumi ini. Mengapa kamu tidak menghibur mereka dengan menuliskan kata-katamu.

Keluarga Bahagia yang Menjadi Impian

Semua orang ingin keluarganya bahagia. Bahkan anda yang membaca tulisan ini adalah salah satu orang yang sedang mengupayakan kebahagiaan keluarga. Dari mana aku tahu semua itu? Sesungguhnya aku tahu karena inilah perasaan komunal manusia.

Seorang ayah rela melepas semua gaya hidupnya di masa lajang yang penuh kesenangan hanya karena niat membahagiakan keluarganya. Ia rela berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam padahal saat remaja ia adalah orang yang paling malas bangun pagi tapi suka begadang tidak karuan.

Seorang anak pun rela belajar mati-matian agar meraih nilai yang bagus di sekolah. Saat ia ditanya, mengapa kamu belajar begitu keras?” Ia menjawab, “Saya ingin membahagiakan Mamah!” Begitu katanya.

Bila masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang cara bagaiman agar memiliki keluarga yang bahagia, maka mengapa kamu tidak segera menuliskannya. Bukankah itu adlah jawaban untuk buku anda berikutnya.

Aku Ingin Bangsaku Maju

Sudah menjadi fitrah manusia bahwa ia mencintai tanah kelahiran dan keluarganya. Meskipun hidup sebuah di gubuk asalkan ada di kampung sendiri itu rasanya lebih nikmat dari pada hidup di sebua istana tapi di kampung orang.

Hidup di kampung orang meski di istana masih tidak menyenangkan apalagi hidup di gubuk di kampung orang lagi.

Jika kamu memang ingin bangsamu maju mengapa tidak kami tuliskan harapan-harapanmu itu. Tunjukkan kepada mereka bahwa ada semangat untuk itu. Dan kamu katakan ada jutaan orang yang memiliki semangat seperti anda.

The Miracle of Health

Kamu pasti setuju bahwa sehat itu miracle. Dengan adanya dia bersamamu kamu bisa menjalankan hari-hari dengan ajaib. Kamu bisa menulis. Apakah itu tidak ajaib? Menurutku itu ajaib.

Kamu mampu membawa dirimu dengan mudah tanpa merepotkan orang lain bahkan kamu bisa mengulurkan tangan untuk membantu yang lain. Inilah nikmat sehat. Namun banyak yang tidak sadar. Ada juga yang sadar namun tidak peduli akan kesehatannya sendiri.

Kalau kamu suka dirimu yang sehat mengapa kamu tidak menuliskan kesukaanmu itu ntuk orang lain. Memberikan kebahagiaan kepada orang lain adalah ibadah yang paling utama yang mesti terus dan harus kamu lakukan sepanjang hayat.

Itualh 3 tema besar kepenulisan dunia. Bagi anda yang sedang merintis dunia ini mulailah dengan menulis tentang kesehatan anda yang membaik setelah anda banyak mendoakan orang dan menghilangkan rasa benci kepada orang lain.

Tentu saja selama kamu hidup selama ini ada esuatu yang berkesan dalam hidupmu. Pasti ada. Tidak mungkin tidak ada. Ingatlah lalu mulailah untuk menuliskannya. Dari tlisan itu bisa jadi ada yang terinspirasi hingga kebaikannya akan kembali padamu jua.
LihatTutupKomentar