Apapun
hambatan yang kamu rasakan saat menulis, syukurilah itu semua dan terimalah.
Bersykur atasnya akan memberikan sudut pandang baru. Kamu akan diperkaya dengan
solusi-solusi.
Saat
kamu tidak tinggal diam dan melakukan cara-cara untuk mengatasinya maka sejak
gerakan pertama itu sesungguhnya solusi sedang menghampiri. Intuisi datangnya
cepat, kawan.
Inspirasi
itu datangnya bagaikan kilat. Ia bersinar terang dan cepat. Agar kamu bisa
memanfaatkannya maka sediakanlah kepekaan hatimu saat itu. Jangan biarkan
kecepatannya mengalahkan kecepanmu dalam menuliskannya.
2 Kegalauan yang Parah
Kalau
kamu perhatikan, basti akan kamu temukan banyak kegalauan. Di sana dan di sini
orang-orang dilanda kegalauan yang akut. Ia memiliki dua wajah yang satu sama
lain seolah tidak mau dipisahkan.
Sedih
akan masa lalu yang tidak sesuai harapan adalah wajah pertama kegalauan. Banyak
yang hingga tulisan ini ditulis air mata belum kering. Ia terus melicinkan pipi
dan membasahi bantal-bantal.
Hingga
saat ini, masih ada tangisan sedih dan ratapan penyesalan yang mendalam. Air
mata itu seolah-olah hujan yang terus menerus menetes yang lama-lama membesar
hingga membanjiri sekitarnya.
Mengapa
terjadi Banjir Air Mata? Tidak akan ada banjir kecuali karena alirannya
banyak. Banyak yang sedih dan menangis di muka bumi ini. Mengapa kamu tidak
menghibur mereka dengan menuliskan kata-katamu.
Keluarga
Bahagia yang Menjadi Impian
Semua
orang ingin keluarganya bahagia. Bahkan anda yang membaca tulisan ini adalah
salah satu orang yang sedang mengupayakan kebahagiaan keluarga. Dari mana aku
tahu semua itu? Sesungguhnya aku tahu karena inilah perasaan komunal manusia.
Seorang
ayah rela melepas semua gaya hidupnya di masa lajang yang penuh kesenangan
hanya karena niat membahagiakan keluarganya. Ia rela berangkat lebih pagi dan
pulang lebih malam padahal saat remaja ia adalah orang yang paling malas bangun
pagi tapi suka begadang tidak karuan.
Seorang
anak pun rela belajar mati-matian agar meraih nilai yang bagus di sekolah. Saat
ia ditanya, mengapa kamu belajar begitu keras?” Ia menjawab, “Saya ingin
membahagiakan Mamah!” Begitu katanya.
Bila
masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang cara bagaiman agar memiliki
keluarga yang bahagia, maka mengapa kamu tidak segera menuliskannya. Bukankah
itu adlah jawaban untuk buku anda berikutnya.
Aku
Ingin Bangsaku Maju
Sudah
menjadi fitrah manusia bahwa ia mencintai tanah kelahiran dan
keluarganya. Meskipun hidup sebuah di gubuk asalkan ada di kampung sendiri itu
rasanya lebih nikmat dari pada hidup di sebua istana tapi di kampung orang.
Hidup
di kampung orang meski di istana masih tidak menyenangkan apalagi hidup di
gubuk di kampung orang lagi.
Jika
kamu memang ingin bangsamu maju mengapa tidak kami tuliskan harapan-harapanmu
itu. Tunjukkan kepada mereka bahwa ada semangat untuk itu. Dan kamu katakan ada
jutaan orang yang memiliki semangat seperti anda.
The
Miracle of Health
Kamu
pasti setuju bahwa sehat itu miracle. Dengan adanya dia bersamamu kamu bisa
menjalankan hari-hari dengan ajaib. Kamu bisa menulis. Apakah itu tidak ajaib?
Menurutku itu ajaib.
Kamu
mampu membawa dirimu dengan mudah tanpa merepotkan orang lain bahkan kamu bisa
mengulurkan tangan untuk membantu yang lain. Inilah nikmat sehat. Namun banyak
yang tidak sadar. Ada juga yang sadar namun tidak peduli akan kesehatannya
sendiri.
Kalau
kamu suka dirimu yang sehat mengapa kamu tidak menuliskan kesukaanmu itu ntuk
orang lain. Memberikan kebahagiaan kepada orang lain adalah ibadah yang paling
utama yang mesti terus dan harus kamu lakukan sepanjang hayat.
Itualh
3 tema besar kepenulisan dunia. Bagi anda yang sedang merintis dunia ini
mulailah dengan menulis tentang kesehatan anda yang membaik setelah anda banyak
mendoakan orang dan menghilangkan rasa benci kepada orang lain.
Tentu
saja selama kamu hidup selama ini ada esuatu yang berkesan dalam hidupmu. Pasti
ada. Tidak mungkin tidak ada. Ingatlah lalu mulailah untuk menuliskannya. Dari
tlisan itu bisa jadi ada yang terinspirasi hingga kebaikannya akan kembali
padamu jua.