Apakah anda
sering merasa kehabisan ide saat menulis? Tenang saja itu hanya perasaan anda.
Dan perasaan anda tidak mesti sama dengan yang dirasakan orag lain. Namun saya
mesti menambahkan bahwa jangan sampai karena banyak yang merasakannya anda jadi
merasa aman dan menikmati kebersamaan dalam barisan orang-orang yang kehilangan
ide.
Berliburlah
dan nikmati keseruan-kesruan yang ada di sekitar anda. Lepaskanlah perasaan dan
tertawalah. Bacalah buku-buku humor yang membuat hati anda terhibur. Hiburan
ini akan merangsang otak anda relax. Setelah itu bersiaplah untuk menerima
hujan inspirasi yang anda tidak akan mampu membendungnya dan anda tidak akan
pernah tahu dan mengira dari mana datangnya.
Ada salah
seorang teman saya yang selalu blusukan sampai ke tempat-tempat yang
jarang didatangi orang. Satu saat ia bercerita telah atang ke hulu sungai anu
yang tempatnya sangat jauh. Ia menceritakan bahwa hulu sungainya ada di kawasan
Bandung. Saya bilang, “Jauh sekali”.
Apa yang
dia katakan soal kedatangannya ke tempat itu? Ia mengungkapkan “Betapa luasnya
bumi yang Allah ciptakan.” Saya anya mengangguk dengan tegas. Karena, saya
pernah juga berkunjung ke satu tempat yang baru pertama saya kunjungi padahal
jaraknya dari tempat saya hanya setengah jam perjalanan. Saat itu hati saya
juga mengatakan hal yang sama.
Teman saya
tadi telah mendapatkan inspirasi yang bagus untuk mulai menuliskan kesannya
yang mendalam akan kehidupan manusia yang ia temuai dan keindahan alam yang ia
saksikan. Ia bersaksi bahwa semua bentang alam mulai pantai (tempat kami
tinggal) hingga transisi antara pantai dan gunung menyajikan pemandangan yang
bersusun menjadi keindahan.
Apa yang
kedua? Saya harap anda bersabar karena saya melakukannya sambil menangkap
sinyal yang lup lep ini.
Baiklah
yang kedua adalah bermainlah dengan anak anda. Di matanya banyak inspirasi yang
bisa anda gali. Saat ia meyebutmu Mamah maka itu bersiaplah menangkap ilham
untuk tulisan anda. Saya seringkali menerima rezeki dari aktivitas bermain
bersama anak saya. Bila anda tidak bisa berlibur seperti pada poin pertama tadi
maka berliburlah di rumah dan nikmati kebersamaan bersama anak anda.
Masih dalam
bagian ini, bila anda merasakan mandeg dalam menulis, tidak ada inspirasi,
kata-kata seolah menciut dan tidak mau berkembang, ia kering dan gersang, maka
itu pertanda anda harus berhenti menulis sebentar, bersabar, dan bacalah karya
orang lain.
Kalau saya
lebih suka membaca buku-buku yang menyajikan tokoh-tokoh dunia yang memiliki
keterbatasan tapi kisahnya banyak diabadikan. Vidio-vidio yang berisi
kisah-kisah inspirasi jangan juga dilewatkan.
Bagian
Ketiga saya harus menyebutkan pentingnya sebuah tangisan yang hadir saat anda
berdoa memohon inspirasi. Bisa jadi pikiran danhati anda tertutup banyak dosa
hingga cahaya kebenaran dan hikmah terhalang karenanya. Maka inilah pentingnya
anda banyak beristigfar dan memohon petunjuk.
Bisa jadi
anda bukannya tidak memiliki simpanan kata-kata untuk tulisan anda. Tapi
mungkin saja anda kehilangan kepekaan akibat manisnya munajat di hati telah
hilang. Hati anda sesungguhnya mesti mendapatkan perawatan yang intensif agar
selalu bergairah.
Bila anda
tidak bisa menangisi dosa-dosa anda saat bermunajat maka menangislah karena
anda tidak bisa menangisinya. Menangisi diri yang beku dan kaku serta kebas
dari banyaknya karunia Allah SWT.
Semoga
dengan tiga hal ini anda dibantu menemukan kembali semangat menulis dan ide
anda. Selebihnya anda mesti banyak bergaul dengan orang—orang yang positif dan
menyenangkan. Dengan ini anda akan terpengaruh dalam bersikap dan berpandangan.
Ternyata di balik indahnya dunia ada yang lebih indah lagi. Cerita Bahagia yang Dulu Ada Kini Terulang Kembali!