-->

Adopsi Anak Sebuah Solusi Keutuhan Rumah Tangga

Dunia bersifat berpasangan. Baik dan buruk, benar dan salah. Sering kita lihat keluarga yang sudah merindukan tangisan bayi yang memecah kesunyian malam. Senyuman bayi dan tingkahnya yang lucu mampu menghangatkan hubungan keluarga. Namun ternyata sekian tahun berumah tangga rindu tetap rindu namun tamu suci tidak juga hadir ke dalam kehidupan mereka. Berbagai cara dari yang asional dan dibenarkan sampai yang tidak dibenarkan telah dilakukan demi lahirnya seorang anak.

Di sisi yang lain banyak pula terjadi orang tua yang tega membunuh bayinya, membuangnya, dan menelantarkannya. Kita lihat, aborsi sudah menjadi fenomena yang banyak terjadi. Seakan tiada rasa menyesal dan ragu di hati mereka melakukan ini.

Maka bagi pasangan yang merindukan keturunan dan belum juga atau bahkan divonis tidak akan punya keturunan maka mari berdo'a dan bersabar. Mengasuh putera-puteri saudara atau anak orang lain adalah hal yang bisa kita lakukan.

Budaya adopsi dulu dan sekarang biasa dilakukan orang. Jangankan mengadopsi anak atau bayi manusia, bahkan kucing, anjing, adopsi kucing persia dan hewan-hewan lainnya pun banyak pula yang diadopsi. Maka mengadopsi bayi manusia, mengadopsi anak manusia, mengadopsi anak yatim piatu tentu lebih dianjurkan. Yang saya maksud mengadopsi tentu ikut mengasuh, membiayai, menyayangi tanpa memperlakukannya dan menisbatkannya sebagai anak kandung.

Bila hal ini dilakukan maka anda akan mendapatkan berkah dan rasa kesepian akibat merindukan adanya anak akan terobati. Dan mudah-muahan Allah memberikan keturunan kepada kita atas usaha kita menyayangi anak orang lain.
LihatTutupKomentar