Merinding saya menulis tentang ini. Kian hari kita tahu semakin banyak yang melakukannya. Dengan berbagai alasan ini dilakukan. Untuk masalah hukum asalnya tentu kita sudah ma'lum bahwa ini haram dan dosa. Dan mengenai cabang dari ini bisa kita kaji dalam kitab-kitab fikih mutabar.
Saat ini - Ya Allah, mohon ampun pada-Mu; adalah ingin mencurahkan keresahan hati melihat fenomena ini. manusia memakan daging manusia yang busuk sudah bukan barang asing. Pemberitaan yang menguak aib orang lain merupakan topik teratas yang selalau hangat diperbinangkan. Bahkan untuk mengukur populeritas seseorang dapat dilihat dari gosip terpanas yang kerap hadir mengisi ruang-ruang publik.
Menusuk manusia dari belakang kemudian memakan dagingnya yang busuk. Memfitnah dan mencemarkan nama baiknya sudah merupakan santapan masyarakat sehari-hari. Di sana-sini orang saling tuduh melakukan kejahatan.
Dahulu dalam pelajaran Ekonomi saya sering mendengar istilah 'homo homoni lupus'. Manusia memakan manusia lain sudah terjadi sejak dahulu. Saat Qabil membunuh adiknya Habil peristiwa ini berlangsung. Perang suku bahkan kerajaan dan antar negara dan aliansi sudah banyak terjadi. Bahkan dalam dunia kebatinan sering pula kita mendengar istilah 'makan-memakan' ini.
Dalam dunia binatang kegiatan ini lebih jelas terlihat. Tak ada belas kasihan singa memakan kijang, Buaya memakan kancil, ular memakan katak. Itu adalah taqdir yang harus mereka jalani.
Namun yang paling mengerikan dari semua itu adalah orang tua yang membunuh anak kandungnya sendiru, -na'udzu billah. Padahal singa yang ganas pun tidak pernah memakan anaknya. Bahakan serigala liar enggan memakan bangkai busuk demi mempertahankan kehormatannya. Serigala memilih mati daripada harus memakan bangkai busuk. Lalu bagaimana dengan manusia sampai hati membunuh anak kandungnya sendiri yang lemah dan tiada berdaya. Maa syaa Allah ...
Saat ini - Ya Allah, mohon ampun pada-Mu; adalah ingin mencurahkan keresahan hati melihat fenomena ini. manusia memakan daging manusia yang busuk sudah bukan barang asing. Pemberitaan yang menguak aib orang lain merupakan topik teratas yang selalau hangat diperbinangkan. Bahkan untuk mengukur populeritas seseorang dapat dilihat dari gosip terpanas yang kerap hadir mengisi ruang-ruang publik.
Menusuk manusia dari belakang kemudian memakan dagingnya yang busuk. Memfitnah dan mencemarkan nama baiknya sudah merupakan santapan masyarakat sehari-hari. Di sana-sini orang saling tuduh melakukan kejahatan.
Dahulu dalam pelajaran Ekonomi saya sering mendengar istilah 'homo homoni lupus'. Manusia memakan manusia lain sudah terjadi sejak dahulu. Saat Qabil membunuh adiknya Habil peristiwa ini berlangsung. Perang suku bahkan kerajaan dan antar negara dan aliansi sudah banyak terjadi. Bahkan dalam dunia kebatinan sering pula kita mendengar istilah 'makan-memakan' ini.
Dalam dunia binatang kegiatan ini lebih jelas terlihat. Tak ada belas kasihan singa memakan kijang, Buaya memakan kancil, ular memakan katak. Itu adalah taqdir yang harus mereka jalani.
Namun yang paling mengerikan dari semua itu adalah orang tua yang membunuh anak kandungnya sendiru, -na'udzu billah. Padahal singa yang ganas pun tidak pernah memakan anaknya. Bahakan serigala liar enggan memakan bangkai busuk demi mempertahankan kehormatannya. Serigala memilih mati daripada harus memakan bangkai busuk. Lalu bagaimana dengan manusia sampai hati membunuh anak kandungnya sendiri yang lemah dan tiada berdaya. Maa syaa Allah ...