Sering dianggap sepele bermain dengan anak ternyata banyak keuntungannya.
Ini menurut ahli parenting.
Saya mendapatkan banyak insight dari kuliah Ayah Edi yang sangat keren.
Buku yang berbicara soal pengasuhan anak banyak juga yang membicarakan pentingnya keterlibatan orang tua saat anak bermain.
Seorang ahli bernama Sutherland menyatakan bahwa aktifitas fisik yang dilakukan anak memacu kreatifitas, antusias, dan rasa penasaran.
Anak akan lebih respect dengan kehadiran orang tuanya saat ia bermain.
Rasa ingin tahu semakin tumbuh.
Ia tidak segan bertanya.
Dan ini kesempatan emas anda banyak menjelaskan sesuatu yang bermanfaat dengan menyenangkan.
Aktifitas fisik ternasuk bermain yang interaktif antara orang tua dan anak memicu kreatifitas.
Bukan hanya itu interaksi dan komunikasi yang terjalin selama bermain banyak sekali manfaatnya.
Ahli menyatakan bahwa jangan hanya bermain namun orang tua harus memberi dukungan dan pujian saat anak bisa melakukan dan menyelesaikan suatu masalah.
Seperti saat anak mau masuk ke keranjang bersama temannya.
Tentu sulit satu keranjang diisi berdua.
Saat mereka bisa masuk tanpa terjatuh maka kita beri pujian dan dukungan.
Misalnya, "Kalian pintar sekali Nak, ayo main lagi, jangan lupa hati-hati. Bismillah ya! "
Dopamine adalah senyawa transmisi saraf yang berperan penting dalam menimbulkan perasaan senang atau nyaman. Lalu, menurut Sunderland, dopamine pelepasan hormon dopamine semakin optimal saat anak merasa bahagia dan senang saat dapat mampu memecahkan atau menemukan jawaban dari sebuah persoalan. Pada kondisi tersebut kualitas otak terus meningkat.
Semudah itu tapi manfaatnya sangat besar.