Hati Anda sedang merindukan datangnya bulan Ramadhan, bukan? Lisan Anda pun menyebut-nyebutnya. Dan kini pikiran Anda pun tengah berputar-putar memikirkan cara dan rencana amal dan bisnis di bulan Ramadhan.
Persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan pun sering berwujud beberapa sikap. Dimulai dengan berdoa, kemudian menyiapkan rencana, mengupayakan biaya yang maksimal dengan berbisnis, bahkan merencanakan bisnis di bulan Ramadhan.
Di antara doa yang diucapkan oleh para perindu dan pecinta Ramadhan adalah doa yang diucapkan oleh Yahya bin Katsir. Beliau adalah ulama ahli ma'rifat kepada Allah SWT. Beliau seorang Alim yang pikiran, hati, dan perbuatannya ditujukan untuk ibadah kepada Allah SWT.
Berikut ini doanya:
"Ya Allah, sampaikanlah kami ke Bulan Ramadhan, sampaikanlah bulan Ramadhan kepada kami, dan terimalah amalan-amalan kami."
Beitulah Yahya bin Katsir dan orang-orang Islam dahulu. Tampaknya sudah menjadi fenomena umum yang terjadi. Bukan hanya ulama yang rindu tapi masyarakat bahkan penjahat pun menampakkan kerinduan kepada Bulan Suci Ramadhan.
Kemudian salah satu dari keduanya meninggal dunia dan mati syahid. Sementara saudara yang satunya lagi hidup hingga satu tahun lamanya setelah saudaranya meninggal.
Kemudian setelah itu, Thalhah (sahabat Rasulullah SAW) bermimpi tentang dua orang bersaudara ini. Di dalam mimpinya Thalhah melihat keduanya dalam keadaan yang berbahagia. Namun yang meninggal dunia belakangan derajatnya lebih tinggi dari yang mati syahid.
Thalhah radhiallahu 'anhu pun menceritakan mimpinya kepada orang-orang keesokan harinya. Mereka merasa heran mendengar cerita Thalhah. Mungkin saja di benak mereka mengira seharusnya orang yang meninggal duluan dan mati syahid harus lebih tinggi dari derajatnya dari saudaranya yang meninggal belakangan.
Mendengar kejadian ini, Rasulullah SAW menyampaikan sabdanya yang sangat mencerahkan dan membukakakan rasa heran para sahabat.
Beliau bersabda:
"Bukankah orang ini masih hidup sat tahun setelahnya dan mendapatkan bulan Ramadhan lalu ia berpuasa? ia juga telah mengerjakan shalat ini dan itu dengan beberapa sujud dalam setahun? Mereka menjawab, "Betul". Lalu Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, "Sungguh sangat jauh antara keduanya (dalam kebajikan) bagaikan antara langit dan bumi."
Artinya:
"Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban serta sampaikanlah kami ke Bulan Ramadhan."
Hadits di atas derajatnya Dha'if (lemah) tidak shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2342), dalam jalur perwainya ada Zaidah bin Abi Raqad, ia adalah seorang Munkar Al-Hadits (haditsnya munkar). Imam Nawawai mendha'ifkannya dalam Kitab Al-Adzkar, Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Al-Mizan, dan Ibnu Hajar dalam kitab Ta'yin Al'A'jab, Ibu Rajab dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif.
Namun demikian tidak ada salahnya dan tidak ada dosanya apabila kaum muslimin berdoa kepada Allah memohon agar dipanjangkan umurnya dan diberi kesempatan dan kemampuan melaksanakan ibadah di Bulan Ramadhan.
Persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan pun sering berwujud beberapa sikap. Dimulai dengan berdoa, kemudian menyiapkan rencana, mengupayakan biaya yang maksimal dengan berbisnis, bahkan merencanakan bisnis di bulan Ramadhan.
![]() |
Rindu Kepada Ramadhan, Ucapkan Doa Ini! |
Berikut ini doanya:
اَللهُمَّ سَلّمْنِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلّمْ لِيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُقْبِلاً
Artinya:"Ya Allah, sampaikanlah kami ke Bulan Ramadhan, sampaikanlah bulan Ramadhan kepada kami, dan terimalah amalan-amalan kami."
Beitulah Yahya bin Katsir dan orang-orang Islam dahulu. Tampaknya sudah menjadi fenomena umum yang terjadi. Bukan hanya ulama yang rindu tapi masyarakat bahkan penjahat pun menampakkan kerinduan kepada Bulan Suci Ramadhan.
Ya Allah, Sampaikan Kami ke Bulan Ramadhan
Diceritakan dalam sebuah kisah nyata, bahwa ada dua orang bersaudara yang berangkat ke medan perang dengan bersemangat dan ingin mendapatkan kemuliaan mati syahid membela agama Alla SWT.Kemudian salah satu dari keduanya meninggal dunia dan mati syahid. Sementara saudara yang satunya lagi hidup hingga satu tahun lamanya setelah saudaranya meninggal.
Kemudian setelah itu, Thalhah (sahabat Rasulullah SAW) bermimpi tentang dua orang bersaudara ini. Di dalam mimpinya Thalhah melihat keduanya dalam keadaan yang berbahagia. Namun yang meninggal dunia belakangan derajatnya lebih tinggi dari yang mati syahid.
Thalhah radhiallahu 'anhu pun menceritakan mimpinya kepada orang-orang keesokan harinya. Mereka merasa heran mendengar cerita Thalhah. Mungkin saja di benak mereka mengira seharusnya orang yang meninggal duluan dan mati syahid harus lebih tinggi dari derajatnya dari saudaranya yang meninggal belakangan.
Mendengar kejadian ini, Rasulullah SAW menyampaikan sabdanya yang sangat mencerahkan dan membukakakan rasa heran para sahabat.
"Bukankah orang ini masih hidup sat tahun setelahnya dan mendapatkan bulan Ramadhan lalu ia berpuasa? ia juga telah mengerjakan shalat ini dan itu dengan beberapa sujud dalam setahun? Mereka menjawab, "Betul". Lalu Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, "Sungguh sangat jauh antara keduanya (dalam kebajikan) bagaikan antara langit dan bumi."
Doa Terkenal Tapi Bukan Hadits
Masih ada lagi doa menyambut bulan Ramadhan yang kalau di masyarakat Indonesia khususnya sangat terkenal. Berikut ini doanya:اَللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya:
"Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban serta sampaikanlah kami ke Bulan Ramadhan."
Hadits di atas derajatnya Dha'if (lemah) tidak shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2342), dalam jalur perwainya ada Zaidah bin Abi Raqad, ia adalah seorang Munkar Al-Hadits (haditsnya munkar). Imam Nawawai mendha'ifkannya dalam Kitab Al-Adzkar, Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Al-Mizan, dan Ibnu Hajar dalam kitab Ta'yin Al'A'jab, Ibu Rajab dalam kitab Lathaif Al-Ma'arif.
Namun demikian tidak ada salahnya dan tidak ada dosanya apabila kaum muslimin berdoa kepada Allah memohon agar dipanjangkan umurnya dan diberi kesempatan dan kemampuan melaksanakan ibadah di Bulan Ramadhan.