Apa benar kamu orangnya yang akan naik haji?
Ternyata benar ya?!
Kali ini kamu berada di tempat yang sangat tepat.
Kunjunganmu ke sana akan sangat bernilai.
Momentum berharga untuk hidup kamu.
Apalagi niat kamu ini sudah sangat kuat.
Kamu ini masih sangat muda.
Meskipun sudah kepala tiga.
Tapi itu usia yang tidak terbilang tua juga.
Kalau begitu untuk tahap pertama kamu sudah lulus.
Kebanyakan orang muda biasanya jarang yang mau masuk masjid.
Apa lagi naik haji.
Yang begini an mana ada dalam kamus hidup orang muda.
Kecuali kamu.
Ya kamu kamu ini.
Menurut saya ibadah haji itu bukan hanyya ibadah maaliyah.
Membutuhkan dana besar.
Tapi juga badaniyyah.
Memerluan tenaga besar.
Banyak keuntungan kalau kamu naik haji di usia muda.
Kamu bisa menggunakan kekuatan mu ini untuk membantu yang lain.
Dan itu BESAR pahalanya.
Bila orang lain itu sanggup menunaikan kesempurnaan rukun dan wajib haji.
Gara-gara dibantuin sama kamu.
Berarti kamu dapat pahala BESAR.
Tanpa mengurangi pahala mereka.
Itu kalau satu orang.
Bagaimana bila kamu membantu banyak orang.
Menuntut si kakek.
Menggendong si nenek,
Menyorong kursi roda yang lain.
Mengambil minuman bagi yang kehausan.
Dan seterusnya,
Itu pahalanya gimana coba.
Dan di kahirat kamia akan tercengang,
Terpukau,
Terpesona
Melihat gunungan (bukan gundukan),
Bergunung-gunung pahala,
Semua tertulis atas namamu dengan tintang yang paling mahal
Bila tidak ada keraguan dalam hatimu,
Dan kamu menyatakan,
Apapun yang terjadi akan akau hadapi
Itu sangat bagus.
Dan berdoalah kepada Tuhanmu.
Kamu jangan ikuti mereka.
Yang cengeng.
Yang mengataka:
Bukankah di amalan buruk di kampung akan di abalas di sana ?!
Kalau ya terus mengapa? Masalah buat lho !!!
Dasar cengeng.
Bagus juga amalan disegerakan balasannya sekarang.
Agar kita bisa bertaubat dan sadar diri mulai hari ini.
Kalau hanya kepala berdarah karena kerikl jamrah,
Itu mah kecil.
Lanjutkan saja.
Tersenyum saja.
Kalau hanya tersesat di Makkah mah angap biasa saja.
Bukankah kamu juga suka tersesat di kampung sendiri.
Itu biasa saja.
Tinggal berdoa saka kepada Allah yang memberi petunjuk.
Sudah lah apapun yang akan terjadi kamu hadapi dan terima.
Lagi pula di kampung amalan kamu tidak buruk semua bukan.
Bahkan datang ke Makkah jauh-jauh dan mahal untuk memperbaiki diri.
Dan berharap dihapuskan dosa.
Sudah berangkat saja.
Makkah itu tempat ibadah.
Namun bukan berarti kamu akan dibiarkan leha-leha.
Tuhan hanya menilai yang terbaik amalnya.
Di sana itu negeri aman.
Namun bukan berarti tidak ada pembunuhan.
Bukan berarti orangnya santun semua.
Bukan pula bahwa negeri itu tanpa tragedi dan kerusuhan.
Silahkan baca sejarah.
Berapa kali ada pertumpahan darah di sana.
Berapa kali ada pembunuhan di area ini.
Berapa kali hajar aswad akan dicuri.
Dan berapa kali ada musibah.
Sudah sering bukan.
Yang jelas datang ke sana untuk selamat dan diridoi Allah.
Mau puulang lagi ke negara asal bagus.
Mati di sana juga tidak mengapa.
Bila Allah ridho apalagi yang kita cari?!
Ayo daftar . . .
Haji . . .
Berapa sih ?!
Kalau ke Maldvies ?!
Mahalan mana?
Yang bernilai buat kamu yang mana?
Pikirin 'ndiri yeah . . .
Ternyata benar ya?!
Kali ini kamu berada di tempat yang sangat tepat.
Kunjunganmu ke sana akan sangat bernilai.
Momentum berharga untuk hidup kamu.
Apalagi niat kamu ini sudah sangat kuat.
Kamu ini masih sangat muda.
Meskipun sudah kepala tiga.
Tapi itu usia yang tidak terbilang tua juga.
Kalau begitu untuk tahap pertama kamu sudah lulus.
Kebanyakan orang muda biasanya jarang yang mau masuk masjid.
Apa lagi naik haji.
Yang begini an mana ada dalam kamus hidup orang muda.
Kecuali kamu.
Ya kamu kamu ini.
Menurut saya ibadah haji itu bukan hanyya ibadah maaliyah.
Membutuhkan dana besar.
Tapi juga badaniyyah.
Memerluan tenaga besar.
Banyak keuntungan kalau kamu naik haji di usia muda.
Kamu bisa menggunakan kekuatan mu ini untuk membantu yang lain.
Dan itu BESAR pahalanya.
Bila orang lain itu sanggup menunaikan kesempurnaan rukun dan wajib haji.
Gara-gara dibantuin sama kamu.
Berarti kamu dapat pahala BESAR.
Tanpa mengurangi pahala mereka.
Itu kalau satu orang.
Bagaimana bila kamu membantu banyak orang.
Menuntut si kakek.
Menggendong si nenek,
Menyorong kursi roda yang lain.
Dan seterusnya,
Itu pahalanya gimana coba.
Dan di kahirat kamia akan tercengang,
Terpukau,
Terpesona
Melihat gunungan (bukan gundukan),
Bergunung-gunung pahala,
Semua tertulis atas namamu dengan tintang yang paling mahal
Bila tidak ada keraguan dalam hatimu,
Dan kamu menyatakan,
Apapun yang terjadi akan akau hadapi
Itu sangat bagus.
Dan berdoalah kepada Tuhanmu.
Kamu jangan ikuti mereka.
Yang cengeng.
Yang mengataka:
Bukankah di amalan buruk di kampung akan di abalas di sana ?!
Kalau ya terus mengapa? Masalah buat lho !!!
Dasar cengeng.
Bagus juga amalan disegerakan balasannya sekarang.
Agar kita bisa bertaubat dan sadar diri mulai hari ini.
Kalau hanya kepala berdarah karena kerikl jamrah,
Itu mah kecil.
Lanjutkan saja.
Tersenyum saja.
Kalau hanya tersesat di Makkah mah angap biasa saja.
Bukankah kamu juga suka tersesat di kampung sendiri.
Itu biasa saja.
Tinggal berdoa saka kepada Allah yang memberi petunjuk.
Lagi pula di kampung amalan kamu tidak buruk semua bukan.
Bahkan datang ke Makkah jauh-jauh dan mahal untuk memperbaiki diri.
Dan berharap dihapuskan dosa.
Sudah berangkat saja.
Makkah itu tempat ibadah.
Namun bukan berarti kamu akan dibiarkan leha-leha.
Tuhan hanya menilai yang terbaik amalnya.
Di sana itu negeri aman.
Namun bukan berarti tidak ada pembunuhan.
Bukan berarti orangnya santun semua.
Bukan pula bahwa negeri itu tanpa tragedi dan kerusuhan.
Silahkan baca sejarah.
Berapa kali ada pertumpahan darah di sana.
Berapa kali ada pembunuhan di area ini.
Berapa kali hajar aswad akan dicuri.
Dan berapa kali ada musibah.
Sudah sering bukan.
Yang jelas datang ke sana untuk selamat dan diridoi Allah.
Mau puulang lagi ke negara asal bagus.
Mati di sana juga tidak mengapa.
Bila Allah ridho apalagi yang kita cari?!
Ayo daftar . . .
Haji . . .
Berapa sih ?!
Kalau ke Maldvies ?!
Mahalan mana?
Yang bernilai buat kamu yang mana?
Pikirin 'ndiri yeah . . .