Banyak yang memanggil saya Bapak. Hanya saja panggilan itu berasal dari siswa dan siswiku di sekolah. Namun kini saya merasakan menjadi bapak yang sebenarnya dengan lahirnya seorang puteri kecil tanggal 19 September 2016.
Kam memberinya nama Ghaitsa Zhahira Shafa. Kami mengharapkannya menjadi manusia yang menyejukkan dan suka memberi bantuan serta pertolongan. Bagaikan hujan yang membasahi bumi hingga menjadi basah.
Ghaitsa, penyejuk mata kami. Bagaikan hujan yang menumbuhkan bunga-bunga harapan, pohon-pohon kebaikan, mengokohkan cabang-cabang kemuliaan, meneguhkan sebaik-baik buah kebahagiaan.
Ghaitsa, penolong yang diharapkan. Membantu yang membutuhkan bantuan, mengantar yang sendiri, menemani yang ketakutan, meringankan beban orang yang kesusahan, membahagiakan orang dengan senyuman.
Zhahira, menjadi yang mampu memberikan cahaya, menjelaskan, menerangi, memberikan arah, menunjukkan jalan. Zhahira sifat yang mengakar dan mengikat dalam semua langkah kehidupan yang penuh kebahagiaan dengan berbagi.
Shafa, kebeningan, kejernihan, kecerahan, kemurnian, keikhlasan, kebersihan, dan kesucian. mampu membdakan mana yang benar dan mana yang salah lalu memilih yang benar dan mengembalikan yang berbuat salah menuju kebenaran dengan cara yang paling halus.
Inilah anakku. Kepada kalian kami memohon doa untuknya.