-->

Kebaikan Akan Berbuah Kebaikan, Kebaikan Akan Dibalas Kebaikan, Balasan Kebaikan Tidak Terhingga, Balasan Kebaikan Datang Tidak Disangka-Sangka

Saya sering sekali mendengar ungkapan yang ada dalam judul catatan ini. Dan dalam catan ini saya akan mencatat pa yang saya saksikan sendiri di depan mata saya. Ini adalah kisah nyata yang terjadi kepada bapakku tercinta.

Dulu, itu sudah lama sekali. Ketika di usia mudanya ia sering menjadi "pesuruh" dan mengerjakanapa saja yang dibutuhkan orang. Pekerjaan yang dilakukannya sangat banyak, saya tahu itu. Orang memintanya untuk melakukan banyak hal dan ia mendapatkan upah.

Kebaikan Akan Berbuah Kebaikan, Kebaikan Akan Dibalas Kebaikan, Balasan Kebaikan Tidak Terhingga, Balasan Kebaikan Datang Tidak Disangka-Sangka
Kacang tanah ini dahulu ditanam hanya satu biji dan tidak memakai kulit, sekarang dipanen jadi banyak dan bukan hanya berkulit tapi ada daun, batang, dan akar. Tabaarakallah ahsanul khaaliqiina.



Saya mencatat ia sering menjadi penggarap sawah orang-orang kaya baik keluarganya atau pun bukan. Bahkan sampai sekarang pun bapakku yang tersayang masih melakukannya. Ia mengolah sawah orang lebih dari satu hektare sawah.

Dan perlu juga diketahui bahwa bapakku ini adalah orang yang sangat jujur da amanah. Pantas saja bila banyak orang yang mempercayakan tanah miliknya kepada bapakku ini. Sungguh modal besar ini harus aku warisi. Untuk jujur orang memang membutuhkan komitmen.

Banyak orang yang percaya padanya. Hingga bapakku seperti keteteran mengurus barang-barang orang lain. Ia terus saja begitu hingga kini. Dan saya sebagai anaknya dapat merasakan buah dari kejujuran dan kerja-kerasnya.


Buah Kejujuran yang Aku Saksikan Sendiri

Beberapa hari yang lalu datang lah satu buah mobil berisikan orang-orang. Tampaknya mereka adalah orang-orang kota yang berada. Terlihat tanda-tanda kemakmuran dari guratan wajah dan gaya pakaian yang dikenaknnya.

Ternyata orang-orang di kampungku itu mengenal mereka. Dan usut punya usut mereka masih keluargaku. Sayang sekali saya tidak mengenalnya. Mungkin karena kami tidak pernah bertemu. Mereka di kota dan kami di kampung.

Singkat cerita, ternyata mereka sampai juga ke rumah bapakku. Mereka bercerita bahwa dalam catatan ayahnya (almarhum) ada satu naama tercatat, tidak lain nama ayahku. Dalam catatan itu tercantum bahwa yang sering membantu ayah mereka dahulu adalah ayahku.

Tahukah saudara apa yang mereka berikan. Banyak yang diberikan termasuk sebidang tanah. Tanah itu tidak luas hanya berukuran 10 X 10 meter saja. namun bukan itu maksud saya dalam catatan ini. maksud saya adalah mengingatkan diri saya bahwa kebaikan itu akan dibalas dengan kebaikan, dengan balasan yang banyak, meskipun waktunya lama.
LihatTutupKomentar