Seseorang di sana tertuduh sebagai penghina agama.
Bukan agama yang sembarangan yang dihina.
Islam agama yang diridhai Tuhan yang telah ia hina.
Apakah ia menghina Islam secara keseluruhan.
Penampakannya tidak.
Kenyataan intinya mengatakan seperti itu.
Ia menghina Al-Qur'an.
Sumber ajarannya.
Pondasi semua nilainya.
Prinsip semua tntunannya.
Dia sudah minta maaf.
Dan memohon untuk tidak diperpanjang.
Alasannya karena ia tidak mau kerukunanmenjadi ternoda.
Mengapa kamu takut?
Bukankan yang memulai harus mengakhiri?
Bukankah yang merusak harus memperbaiki?
Bukankah siapa berani berbuat dia juga yang bertanggung jawab?
Namun kamu perlu tahu.
Kami adalah muslim.
Punya Nabi yang mengajarkan welas asih.
Seperti Nabi Isa dan semuanya.
Dan kamu juga perlu tahu.
Jika diri ini dihina kami diajarkan bersabar.
Namun kami pun boleh melawan.
Karena diri ini bukan pemiliknya.
Kami harus menjaga karunia Tuhan kami.
Maka siapa pun yang merendahkan harga diri kami harus kami lawan.
Lebih lagi.
Yang kau hina bukan diri kami.
Tapi agama kami.
Dan agama ini lebih kami cintai dari pada diri kami sendiri.
Bila cinta kepada agama kamu anggap sebagai ekslusifitas.
Bila menjaga agama kamu anggap kekolotan.
Bila memuliakan ajarannya kamu anggap tinngakan ekstem.
Maka saksikanlah tuduhan itu tidak bernilai sedikitpun.
Kecuali bagaikan debu yang berterbangan tertiupangin.
Dan sirna.
Namun,
Aku pun tidak akan melancarkan semua tantangan.
Bila aku tidak merenung lebih dalam.
Kekurangan ilmu akan ajaran kami sendiri.
Kejadian ini mengingatkanku.
Perjuangan ke luar harus juga disertai pergulatan batin.
Agar hatiku tidak beku.
Agar ia selalu peka.
Berada pada fitrahnya.
Aku pastikan.
Meskipun aku tidak pernah menghina agamaku sendiri.
Kenyataan menyatakan lain.
Banyak anak yatim yang tidak disantuni.
Banyak orang miskin yang tidak diayomi.
Shalat kami pun penuh dengan lalai dan riya.
Saat kami lebih banyak menggunakan aturan manusia.
Dan lupa akan ajaran agama.
Dan di hati tidak ada sedikitpun rasa bersalah.
Mungkin pendusta agama sesungguhnya bukan kamu tapi aku.
Mungkin yang menghina agama bukan kamu saja tapi mungkin aku juga.
Mungkin yang tidak percaya keridoan Tuhan dalam Islam bukan kamu saja tapi aku juga.
Aku memohon ampun kepada Allah.
Untuk aku dan untuk kalian.
Dan kaum muslimin dan muslimat.