-->

Agar Kita Meninggalkan Dosa

Agar Kita Meninggalkan Dosa






Dalam hidup yang penuh nikmat ini, kelakuan yang tidak sesuai peruntukannya sering sekali terjadi. Bila dipikir-pikir lebih dalam, ternyata yang didapatkan dalam setiap aktivitas hanyalah dosa yang mengundang penyesalan. Benar kata orang-orang bijak terdahulu yang memperingatkan bahwa dosa membuat hati sumpek dan penuh penyesalan. Imam Ali Radhiallahu 'anhu pernah mengatakannya, tapi saya lupa redaksinya ...

Kalau yang saya rasakan adalah saya sering memandang sepele dosa dan lalu saya mengulur waktu untuk bertaubat atasnya. Berbeda dengan orang-orang shalih, jangankan dosa besar dosa yang menurut kita mah bukan dosa kali, tapi bagi mereka sangat memberatkan. Sampai-sampai mereka menagis meraung-raung atasnya dalam setiap ruku dan sujud....Aaaah bear benar beda dengan yang nulis tulisan ini, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama mengingatka.

لاَ تَنْظُرْ إِلَى صِغَرِ الْخَطِيْئَةِ وَلكِنْ انْظُرْ إِلَى مَنْ عَصَيْتَهُ

Benar sekali bahwa kita tidak pantas berbuat dosa sekecil apapun kepada Allah yang maha suci dan maha tinggi. Karena ia adalah maha kasih dan maha saya. Ia memberikan kita nikmat yang tidak akan sanggup kita hitung tanpa kita memintanya terlebih dahulu dan kita tidak dipungut biaya dan uang sewa. Kita hanya diperintahkan untuk mentaatinya saja.

Namun tetap meskipun seluruh makhluknya bersatu berbuat dosa kepadaya, maka semua itu tidak akan mengurangi kerajaannya sedikitpun. Taat dan maksiat kita hanya untuk Allah, namun manfaat dan madharat dari semua aktifitas kita akan kemabali kita rasakan akibatnya, baik dan buruknya.

Sebenarnya ada yang sangat saya khawatirkan juga saat-saat ini. Kulihat amalku biasa-biasa saja dan dosa ku saya pikir semakin hari semakin banyak saja. Itu saya yakini sebagai demikian karena telah saya rasakan banyak sekali kesedihan dan rasa sumpek dan hampa di hati yang pastinya buah dari dosa-dosa itu. Namun di tengah amalku yang kurang dan perbuatan dosa yang semakin sering kulakukan, kulihat masih pula aku ini diberi limpahan nikmat. Ku syukuri tentunya, namun serasa hambar dan di hati bertanya dan menyelidik, saya jadi ketakutan, jangan-jangan ini seperti hadits Nabi mulia ini:

إِذَ رَأَيْتَ اللَهَ يُعْطِيْ الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيْهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَأ هُوَ اسْتِدْرَاجٌز ثُمَّ تَلاَ فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِه فَتَمْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْئٍ، حَتّى إِذَا فَرِحُوْا بِمَا أُوْتُوْا أَخَذْنهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُوْنَ -رَوَاه أَحْمَد وَالطَّبْرَانِي

Jadi Rasulullah mengingatkan kita - saya khususnya - "Apabila kamu menyaksikan pemberian Allah dari materi dunia atas perbuatan dosa menurut kehendaknya, maka sesungguhnya itu adalah uluran waktu dan penangguhantempo belaka. Kemudian rasulullah membaca firman Allah dalam surat Al-An'am ayat 44: Maka tatakala mereka melupakan peringatan yang diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan pa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

Nah ayo jangan banyak cakap lagi mari bertaubat ...
Orang - Orang Beruntung

Banyak yang ingin beruntung dalam usaha dan perniagaannya. Kita semua mendamba keberuntungan hidup yang dijalani. Dengan segenap kekuatan dan pikiran kita berusaha untuk menjalankan usaha agar selalu beruntung dan beroleh laba. Kita pun merawat usaha kita dengan telaten dan menjauhkan dari kebangkrutan.
Bila kita ingin beruntung dalam kehidupan ini, maka Allah telah menggariskan tuntunan yang sangat jelas dalam Al-Qur'an.

Paling minimal ada 4 tema besar yang harus kita kaji dan kita miliki dalam diri ini agar termasuk golongan orang-orang yang beruntung, yaitu:
1. Kita harus beriman dengan maknanya yang utuh dan lengkap. Iman yang tercermin dalam seluruh gerak hati, tubuh dan lisan.
2. Beramal shalih, dengan mengamalkan amalan-amalan yang utama dan berakhlaq yang mlia serta menjauhkan diri dari segala yag dilarang oleh Allah SWT.
3. Saling berwasiat dalam kebenaran. Berjuang sendirian teramat berat dirasakan, perlu teman untuk mengingatkan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
4. Saling berwasiat dalam kesabaran, yaitu dengan menata hati, diri, dan kawan untuk selalu saling menguatkan hati, dan saling menghibur.

Itulah 4 hal yang bila diamalkan akan membuat kita mendapatkan keberuntungan yang hakiki.
Merindukan Barokah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu ..

Itulah kalimat yang kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk menyebarkannya. Kita diajarkan adgar mengucap salam ini kepada yang kita kenal atau yang tidak kita kenal. Ketika bertemu ucapkanlah salam, ketika berkunjung ucapkanlah salam, ketika masuk ke rumah ucapkanlah salam, apabila hendak masuk ke masjid maka ucapkanlah salam, dan bila hendak masuk ke area pekuburan maka ucapkanlah salam.

Rasul mengajarkan bahwa barang siapa mendo'akan saudaranya dengan tulus maka ia beroleh seperti apa yang ada dalam doa yang dilantunkannya itu bahkan lebih baik. Dalam satu catatan sejarah orang-orang mulia ada yang memilki amalan yang jarang dilakukan orang yaitu semenjak ia selesai shalat maka ia memohonkan ampun dan mendoakan satu persatu orang yang ia kenal. Ia ajukan permohonan dan keinginan orang itu melalui lisannya. ia lakukan itu sampai menjelang shubuh. Dan ucapan salam adalah merupakan salah satu bentuk yang mirip dengan amalan orang yang mulia tadi bahkan ini adalah ajaran Rasulullah pembawa risalah dan penjelasan Al-Qur'an.

Setidaknyaada tiga do'a yang terangkum dalam ucapan salam - assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu -- Pertama Memohon keselamatan, Keselamatan ini meliputi keselamatan di dunia dan akhirat, dan sebaik baik do'a yang dikaitkan dengan kepasrahan, apakah keselamatan menurut Allah yang pantas untuk kita.

Kedua, memohon Rahmat yaitu kasih sayang Allah. Allah akan menyayangi apabila kita menebar kasih sayang di bumi ini sebagai penyebar risalah dan membawa orang menuju hidaya Allah.

Ketuga, memohon Barokah, yaitu memohon kenikmatan yang tetap kokoh, tumbuh, berkembang kokoh dan berbahagia. Barokah adalah taat kepada Allah yang akan beroleh kebahagiaan dari sisi-Nya.

Bagi yang berdo'a dengan ucapan salam kepada saudara-saudaranya tentunya akan beroleh pahala yang berlipat-lipat, pahala menyebarkan salam, mengajarkan keramahan dan kelembutan, mendo'akan, menyenangkan orang, menyambung kekerabatan dan tentunya menampakan islam yang cinta damai.

Maka bagi orang yang mendengar salam maka harus menjawabnya dengan yang sama atau lebih baik agar ia juga memperoleh kebaikan seperti yang mengucapkan salam tadi. Maka ia akan beroleh keselamata, kedamaian, kesentausaan, rahmat dan barokah ....

Semoga kita bisa mengamalkan Sunnah ini dengan semaksimal mungkin ...
Menembus Qalbu
Bismillahi maa Syaa Allah ...

Hati yang kering kerontang, gersang bagikan gurun sahara, kaktus yang berduri serta hewan liar gurun nan buas berkeliaran, sepi, mencekap, dingin, dan panas nan terik, setiap saat aura kematian dan bahaya selalu mengintai. Itulah gambaran hatiku yang membatu karena tak diguyur renungan ayat-ayat tanda kebesaran Allah.

Hati yang ingkar dan menjauh dari Allah akan sangat gersang. Benih-benih kebaikan yang ditanam akan layu dan hanya tumbuhan berduri yang tumbuh kerdil serta lumut-lumut yang mrnutupi bauan-batuan cadas.

Hati yang jauh dari Allah dirasa sangat sesak namun sepi, tepatnya hampa tak tau arah tujuan, bagaikan kemudi yang tersesat di tengah kota yang bayak marka dan tanda. Hati yang tidak lagi mengenali rambu hingga berani menerabas dan menyalip tanpa aturan.

Hati yang berpaling dari Allah akan merasa sakit bila merasa kehormatan dirinya tercabik, namun bila kehormatan Allah, Rasul, dan agamanya mencoba dikotori ia tetap tidak bergeming dan beranggapan bahwa agama bukan dirinya, malah ia berlagak seperti orang-orang pandir yang bersama musa ketika mereka menyuruh Musa as dan Tuhannya untuk berperang sementara mereka duduk-duduk santai bermalas-malasan.

Hati yang jah dari Rahmat Allah akan merasa terguncang apabila ada saudara sesama muslim yang beroleh limpahan karunia, dia beranggapan Alah tidak menganugerahkan karunia yang kurang lebih sama kepada dirinya, dan ia lupa bahwa dalam dirinya berjuta-juta --- Allahummaghfirlana -- ni'mat yang belum disyukuri. Jadila ia menghjat Allah dan menyalahkan taqdir dan manusia lain, sesaat kemudian ia berbalik arah memusuhi dan membenci kawan yang dapat karunia itu, ia iri hati padanya pada Allah lah yang memberikannya. Dia lupa sikapnya itu merupakan tuduhan bodoh terhadap tuhannya yang Maha Mengetahui dan Maha mengatur, Dialah Rabbul 'Alamin.

Hati yang sombong itu tidak akan menerima nasihat meski diungkapkan dengan bahasa kiasan paling lembut sekalipun. Ucapan-ucapan itu bagaikan duri ikan yang mencekat kerongkongannya sehingga ia muntahkan seketika seluruh isi perutnya, atau bagaikan debu yang masuk ke dalam matanya sehingga rasa gatal ingin segera menggaruk dan mengucek tidak akan bisa ditahannya lagi. Sesaat kemudian jadilah ia bertambah sombong. Ia membuang iman dan meremehkan manusi, ia tolak segala kebaikan, dan yang dinamakan benar adalah atas standar dirinya ...

Astaghfirullah, Ushikum WAIYYAYA bitaqwallah
Merenungi Kisah-Kisah Masa Lalu
Sebagaian besar kandungan kitab suci Al-Qur'an Al-Karim adalah kisah. Gambaran cerita hidup orang-orang dahulu adalah hal yang sangat berpengaruh untuk kehidupan kita yang akan datang. Kesalahan-kesalahan masyarakat manusia di masa lalu merupakan cerminan agar kualitas hidup kita lebih meningkat dengan tiak melakukan kesalahan-kesalahan itu. Begitu pula kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh manusia-manusia di masa lalu juga merupakan bahan agar kita berkaca dan mengikutinya.

Ada kata-kata mutiara bahwa kalau kita ingin sukses maka harus belajar kepada orang-orang sukses.

Para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia yang diberi karunia yang besar sebagai pembawa petunjuk dengan risalah yang Allah Ridhai. Keberkahan hidup yang penuh taat merupakan suri tauladan yang sangat lengkap.

Ada yang pernah mencicipi nikmatnya tinggal di surga bersama istrinya namun kemudian terpedaya oleh makhluk terkutuk sehingga dengan kasih-Nya Allah menempatkan mereka ke dunia. Dari sini kita banyak mengambil faedah, diantarany -- mohon koreksi bila saya salah -- manusia harus tetap waspada akan kejahatan dirinya sendiri yang suka mengajak kepada hal-hal yang rendah dan hina, menerjang larangan-larangan Allah dan tidak melaksanakan perintah-perintahnya. Kemudian setelah itu cepatlah bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya. Waktu dan tenaga, daya dan upaya harus terkondisikan untuk bertaubat. Karena kita sering khilaf, karena kita sering berdosa, karena kita suka merasa tidak berdosa, karena kita suka mengaanggap remeh dosa, karena kita suka terus-terusan berdosa, dan memang kita niscaya dalam berdosa. Maka basulah noda-noda dosa dengan bertaubat dann beristighfar seumur hidup kita, sebagaimana Nabi Adam as beristighfar menghabiskan waktu ratusan tahun dan di banyak tempat yang ia lalui. Adam as mengajarkan bahwa satu dosa saja harus diwaspadai, tidak dianggap remeh dan kecil, karena ampunan adalah haknya Allah dan kita hanya berharap dan memohon ampunan dengan sungguh-sungguh kepadanya, adapun apakah dia mengampuni atau tidak kita tidak tahu. Maka dengan ini takutlah kita kepadanya dengan terus mendekat kepada-Nya.

Faidah lain dari kisah bapa kita ini adalah Kemuliaan adalah ketika taat kepadanya dan tidak merasa memiliki kemuliaan. Karena bila ma'shiat yang dilakukan dan manusia memuliakannya setinggi langit sesungguhnya dalam pandangan Allah sudah tidak mulia lagi. Seperti Nabi adam yang harus hijrah ke bumi setelah ia turun dari surga karena lupa akan janji kepada tuhan-Nya. Dan dunia ini bukan tempat yang hina bila didalamnya disemai ketaatan. Bahkan bumi ini adalah surga sebenar benarnya sebelum surga diakhirat dapat dimasuki dan dinikmati. Syaratnya adalah taat dalam ibadah kepada Allah SWT.

Maka itulah renungan kali ini --- wallahu a'lam --- kepada para pakar sirah dan qishah serta para ahli dan kaum muslimin saya mohon maaf atas keterbatasan ilmu yang ada pada diri saya ...
Bila Satu Istilah diucapkan ....
Kata adalah sarana kita berhubungan dengan orang lain. Berkata adalah proses yang tidak sederhana. ntuk menjelaskannya kita membutuhkan beragam ilmu. Ada ilmu biologi, anatomi, komunikasi, sosiologi, bahkan filsafat. Alhamdulillah bersyukur dan memuji hanya kepada Allah. Dialah yang menciptakan kita mampu berkata. Bahkan sebelum kita berkata dalam satu bahasa tertentu kita sudah diberikan kemampuan tertawa dan menangis.

Kata merupakan simbol terhadap sesuatu yang kita maksudkan. Maka kata yang disimbolkan itu akan memuat satu makna yang sangat terkait dengan sudut pandang, peradaban dan kebudayaan, serta adat istiadat yang ada di suatu tempat berikut filosofinya. Kemudian Kata yang banyak itu akan menjadi tema-tema besar yang dikelilingi oleh kata-kata lain yang menjelaskannya. Contoh kata Islam adalah kata yang memilki kedalaman makna yang harus dijelaskan oleh kata-kata lainnya yang sangat banyak sebanyak filsafat yang dikanungnya. Maka kata-kata yang menjadi tema-tema besar terutama yang berhubungan dengan falsafah kehidupan, peradaban dan kebudayaan akan meningkat menjadi istilah yang memilkiki kedalaman arti yang tidak sederhana. Terkadang satu istilah itu bisa melesat jauh dan mengandung banyak muatan yang rumit dan banyak.

Gejala-gejala bahasa yang biasa terjadi seperi perluasan dan penyempitan makna, perubahan citra kata dari positif menjadi negatif, atau keumuman dan kekhususan kata adalah yang perlu diperhatikan dalam menjelaskan suatu istilah.
Memperhatikan penggunaan kata dan bahasa yang terangkum dalam istilah-istilah yang kental dengan Islam, maka saya menyadari bahwa terkadang ada yang janggal dalam penempatan kata-kata itu. Islam yang mencerahkan telah meletakkan istilah pada tempat dan konteks yang sangat tepat. Sehingga sebenarnya orang tidak sembarangan dalam menempatkan istilah istilah itu.

Kaum muslimin yang lurus menyadari bahwa kata-kata dan istilah itu sangat besar pengaruhnya. Bila islam dihantam dengan istilah-istilah yang memutar balikkan fakta maka itu sudah menjadi hal biasa saja. Karena itulah islam yang selalu meluruskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan manusia.

Dalam agama bila satu istilah yang menggambarkan kebaikan contohnya kata iman, maka kalimat itu mengandung kedalaman arti sebanyak muatan-muatan iman dalam istilah dan dijelaskan oleh para nabi. Bila diucapkan sendirian maka ia meliputi kata-kata yang dihimpunnya dalam pengertian iman itu. namun bila dirangkaikan dengan istilah lain maka ia baru bisa mengandung pengertian yang berdiri sendiri.

Begitu pula satu istilah keburukan atau kejahatan yang diucapkan, maka kata itu menghimpun segala keburukan yang dikandungnya.

Maka hati-hatilah menggunakan istilah-istilah yang menunjukan kejahatan, karena satu kata saja yang diucapkan maka di dalamna menghimpun puluhan, ratusan atau bahkan ribuan yang mngkristal menjadi satu kat itu...

Hati-hatilah dalam berkata-kata .. karena setiap kata akan terindeks dan tercatat serta terhitung di hadapan Raqib 'Atid berdasarkan ilmunya Allah SWT.
Bunga-Bunga Mekar di Taman Hati

Hati manusia adalah yang paling cepat berubah. Detik yang lalu ia menyukai, sedetik kemudian ia membenci. Kemarin yakin hari ini kufur, pagi-pagi ridha sore hari ngedumel. Itulah gambaran dari sifat manusia yang suka berkeluh kesah dan suka lupa akan hakikat dirinya. Terkadang ia lupa bahwa dirinya adalah makhluk lemah namun tiba-tiba ia menjadi pemabangkang Allah yang paling depan, mengagkan dirinya sebagai tuhan, dan menyangka akan menyaingi dan mengalahkan Tuhan.

Terkadang juga ia melupakan dirinya sebagai hamba Allah yang mulia dalam hal penciptaannya. Namun sedetik kemudian ia menghinakan dirinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan hewan yang lebih rendah dari dirinya, rakus, sombong, tak tahu diri, lupa diri, lupa Allah, berenang di lautan nikmat karuni-Nya hingga lupa daratan.

Catatan dalam hidup saya adalah, bila sombong, riya, sum'ah, takabbur, dan ujub terbersit dalam hati dan pikiran atau sudah terlanjur dalam perkataan dan perbuatan, adalah segera beristighfar dan memohon ampun. Permohonan ini akan menyuburkan kembali hati gersang yang tertutup lapisan-lapisan karat noktah-noktah dosa. Hati yang peka sehingga akan cepat kembali bila telah jauh dari tuntunan Allah, Kemudian cepat-cepat kembali berpegang dalam bimbingan agama Islam. Hati yang sejuk sehungga sangat nyaman dalam merenungi hikmah hidup dan ajaran Allah yang dijelaskan oleh para Rasul dan para pewaris risalahnya. Hati yang bersih sehingga memancarkan perkataan dan perbuatan yang jernih jauh dari kerendahan dan kekotoran. Hati yang lapang sehingga Ridha akan semua yang telah ditetapkannya. Hati yang bertawakkal dengan membangkitkan semangat juang dan semakin berkorban atas dasar harapan kepada Allah. Hati yang dipenuhi dengan tangis bahadia atas taufik-Nya dan tangisan ketakutan akan dosa yang dilakukan.

Mendengar kabar dari Rasulullah melalui lisan para pewaris risalahnya hati semakin berbunga, "barangsiapa mendawamkan istighfar maka Allah akan menghilangkan kesedihannya ..." Wah ini mantap sekali, saya suka ini. Saya sangat berbahagia, hati yang sedih karena rasa takut kepada Allah atas dosa-dosa yang menumpuk berbukit-bukit, tinggi bergunung-gunung diampuni karena beristighfar sebagai cerminan kesungguhan bertaubat. Bagaimana sedihnya tidak hilang padahal kita dikasih Taufik sehingga bisa beristighfar, sedangkan istighfar dapat mendatangkan Rahmat dan Ampunan Allah, kalau sudah dikasi Rahmat oleh Allah maka artinya kita dikasihi dan diridhai, itu tandanya hidup akan barokah dsiatas taufik yang membawa kita kepada keta'atan berikutnya. Belum lagi Ampunan yang membuat Allah Ridha kepada kita yang tadinya berdosa, dosa terhapus berarti kita akan selamat di dunia dan akhirat, dosa terhapus berarti kebaikan akan bertambah dan kuat, itu alamat kita akan banyak pahala karena Allah telah ridha, itu tandanya kita akan berleh sa'aadah dan akan tetap barakah dalam jannah.

Belum lagi kalimat berikutnya, ternyata selain menyuburkan hati, istighfar juga menyuburkan bumi, air hujan akan turun membawa rahmat Allah, membasahi bumi tanpa mendatangkan bencana namun membawa kebaikan-kebaikan. Tanah akan subur, tumbuh-tmbuhan kan tumbuh dengan baik hingga menghasilakan segala kebutuhan manusia dengan penuh gizi, kebaikan, dan manfaat. Hewan-hewan teernak akan berkembang dengan sehat, kuat, banyak susunya, bagus telurnya, cantik bulu dan kulitnya, gemuk badannya. Dan hewan-hewan buas dan binatang yang tidak dibudidayakan pun akan hidup berdampingan dengan manusia dengan perlakuan yang sangat baik.

Kemakmuran suatau wilayah akan semakin bertambah bila mereka mendawamkan istighfar sebagi tanda kesungguan bertaubat. Nanti akan ada negeri-negeri yang makmur dan sejahtera karena Allah telah mengampuni penghuni negeri tersebut.

Mari beristighfar agar hati kita menjadi taman indah tempat bunga-bunga iman tumbuh berwarna-warni menebarkan harumnya ke segala arah dan agar kehidupan kita di duni damai bagaikan di taman yang indah rupawan....
Lagi Sumpek nih ... Apa yang Harus dilakukan ?
Bismillahirrahmanirrahim ...

Saya memulai tulisan dengan kalimat yang diberkahi ini.
Maklum lah, hati saya ini lagi sumpek banget, badan lelah pikiran mumet, otak dan hati seakan macet tidak mau berjalan mencari solusi. Namun begitu saya membaca kalimat ini, atas izin Allah, hati dan pikiran saya menjadi tercerahkan.

Sebaris kata bismillahirrahmanirrahim mampu menghantarkan hati yang gersang menjadi subur, sehingga sangat baik sebagai media bercocok tanam keimanan dan keislaman dan keihsanan. Saya selalu menyadari dan menghayati perintah dan anjuran serta peringatan dari Rasulullah tentang kalimat ini. Beliau bersabda dengan penuh yakin seraya memberikan bimbingan:
"Kullu Amrin dzi Baalin laa yubda-u bibismillahi fahuwa abtar"
Setiap amal yang tidak dimulai dengan Bismillah maka amalnya tidak diberkahi.
Menilik kata Barakah yang ada dalam ucapan bismillahirrahmanirrahim ini maka kita kutip tulisanSalim A. Fillah:
"Makna dari Barakah" menurut Dr. Nashir Ibn 'Abdirrahman Al-Juda'i dalam Tabarruk Anwa'uha Waahkamuhu,"adalah Ats-tsubut (tetap) dan al-luzum (terus melekat)."
Di baris yang lain Beliau menuli,
"Jika bunga yang wangi dan buah yang manis itu berjumpa hati yang lembut, sampailah kita ke makna ketiga dari Berkah yaitu as-saaadah. Kita sering menerjemahkannya dengan 'kebahagiaan'. Tapi dalam kamus Lisanul 'Arab diterakan, jika ada yang mengatakan, 'As'adallahul 'abda wa sa'adah", maka maknanya adalah, "Allah memberi taufiknya kepada sang hamba untuk melaksanakan amal yang diridhai-Nya, karena itula ia beroleh kebahagiaan". Maka Berkah ialah ketaatan, atas karunia bimbingan Allah dalam melaksanakan apa yang diridhai-Nya.

Ternyata setelah dibedah lebih dalam saya jadi ingat dahulu kala saya sering menghadiri seminar-seminar motivasi yang selalu saja menghadirkan kata-kata hidup bahagia, trik dan tips menjadi orang yang paling bahagia, dsb, sekarang kata-kata itu adalah absurd karena tidak berpijak dari pandangan mana kita memandang. Shadaqallahul' 'Adzim, maha benar Allah ketika menurunkan Al-Qur'an dan mengutus para Nabi untuk menjelaskan, sungguh saya tersadar bahwa keberkahan dulu yang harusnya dicari, karena kebahagiaan itu ada dalam berkahnya. Maka semakin kita tahu akan makna hidup, maka kita akan lebih hati-hati dan selalu waspada agar tidak jauh dari jalan taufiq dan hidayah Allah.

Bila saya lagi sumpek-sumpeknya maka saya akan renungi dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kalimat yang diberkahi, karena didalamnya ada untaian harapan dan permohonan, Lafadz Allah adalah sebuah nama bagi dzat yang memiliki sifat maha sempurna yang bila disebut-sebut oleh orang yang berdo'a maka Allah akan mengabulkan permohonannya. Kata Ar-rahman yang bermakna kasih yang luas untuk setiap makhluk yang ada di dunia sangat membuat hati berbunga-bunga, kita sadar bahwa kasih nya maha luas, wasi'at rahmatullahi 'ala kulli syai-in, Rahmat Allah meliputi seluruh makluk. Lafad Ar-Rahim bermakna kekhususan kasih bagi orang-orang yang diberkahi hingga bahagia masuk sorganya yang diliputi kebahagiaan, tiada lelah dan mati, tiada keringat dan kotoran, abadi tak terkira dan tak terbayangkan.

Hati akan berbunga bunga dengan merenungi dan mengucapkan kalima yang diberkahi, menghilangkan rasa putus asa, menumbuhkan harapan, membangkitkan semangat berkorban dan berjuang, menyemai benih-benih taqwa di setiap tempat dan waktu.

Allah pun berfirman, Iqra' bismirabbik, sungguh kalimat yang menggetarkan kalbu, betapa tidak, Beliau menyuruh kita membaca seluruh ilmu, menguak misteri, membuka kunci-kunci dunia, khazanah bumi dan isinya, laci-laci langit dan semesta, kantong-kantong ilmu dan pengetahuan, semuanya harus atas nama Tuhan-mu yang menciptakan dan memberi rezeki, yang mengatur dan memaksa makhluk sehingga tidak dapat lari dan lepas dari pengawasan dan ilmunya. Maka Iqra Bismirabbik akan menguatkan, menyuburkan, menumbuhkan semangat juang dan semangat berkorban meraih Ridho-Nya yang penuh keberkahan.Ridho Allah adalah berkah-Nya.

LihatTutupKomentar