-->

Dampak Positif Hutan Cemara Buatan di Desa Cidamar Cidaun Cianjur

Pantai Cipanglay atau biasa kami menyebutnya muara Cipanglay adalah tempat yang menyimpan banyak cerita yang tidak mungkin bisa diloupakan.

Di bibir pantai yang luas ini kami membentuk badan dan menguatkannya di bawah terik matahari, hantaman ombak besar, dan di antara pasir hitam dan putih itu kami berlari dan sering menarik tambang dan jaring. Semua mewarnai kehidupan masa kecil dahulu hingga usia remaja di sana.

Kini pantai Cipanglay dikenal karena ada hutan buatan yang jati tempat wisata. Dan kami awalnya aneh juga karena yang ditanam di sana bukan pohon yang biasa kami temukan setiap hari seperti jambu dan mangga.

Justru yang tumbuh di sana menaungi pantai itu adalah Cemara. Bukankah Cemara itu lebih dikenal sebagai tanaman pegunungan dan sering dikonotasikan tanaman agama lain.

Saat pohon-pohon itu ditanam dan kami ikut andil menanam ya kami heran, penasaran, dan ingin tahu hasilnya.  

Setelah beberapa tahun ceritanya mulai beredar kami senang. Rupa-rupanya hutan itu mulai menyedot perhatian hingga ratusan ribu orang datang ke pantai Cipanglay ini dan mulailah orang memanggilnya Pantai Cemara.


Lalu apa dampak adanya Cemara-cemara itu bagi kehidupan sekitar? Apa manfaatnya?

Catatan itu kami luncurkan berdasarkan beberapa hal yang kami temukan langsung ketik alami berbincang-bincang dengan masyarakat di sana.

Udara Bersih mengurangi Polusi

Yang pertama sangat terasa adalah setelah adanya pohon-pohon Cemara itu udara di area pa tai sangat segar dan bersih. Ibu-ibu yang sedang fokus menjaga kesehatan sangat antusias bila melakukan senam aerobic di sana. Anak-anak senang juga bermain di sana. Udaranya seju dan teduh.

Air Tanah berlimpah

Yang kedua kamu dapatkan datanya hasil testimoni dari banyak petani. Mereka mengatakan bahwa setelah ada hutan Cemara itu air tanah menjadi sangat cocok untuk tanaman padi di sana. Jadi mereka senang karena padi mereka meningkat kualitasnya seiring dengan peningkatan kualitas air yang tersedia di sana.

Angin Terkendali

Penduduk di area pantai terutama para petani tentu tahu pada musim- musim tertentu ada angin yang berbahaya bagi tanaman. Bukan hanya hembusannya yang kencang yang bisa merusak juga material yang dibawanya.

Sering kali kalau terlena angin itu maka padi menguning bahkan tanaman-tanaman keras pun bisa kena imbasnya.

Namun setelah adanya hutan Cemara ini angin menjadi lebih landai karena tertahan oleh hutan Cemara ini. Areal sawah yang mendapatkan manfaat Hutan Cemara sebagai Wind Breaker ini lebih dari 100 hektar.

Menjaga Pantai dari Abrasi

Akar-akar Cemara ini sangat bermanfaat untuk menahan abrasi pantai sehingga areal pantai tetap terjaga. Memang keadaannya masih belum maksimal dan perlu ditambah dengan tanaman lain yang bisa ditanam lebih rapat seperti mangrove.

Membuka Peluang usaha 

Adanya hutan Cemara dan kemudian menjadi tempat wisata ini membuka peluang baru dan mengarahkan kehidupan masyarakat.

Masyarakat di sana bisa mulai punya ide-ide baru dan mewujudkannya. Ini membuat masyarakat tidak monoton dan selalu berpikir lebih maju.

Peluang usaha dan kerja sama dengan di area wisata sangat nyata. Adanya pembukaan usaha membuka ribuan peluang usaha lainnya mulai dari makanan, minuman, penginapan, jasa, wahan permainan, dan banyak lagi yang lain.

Tugas kita bersama aadalah bersinergi. Tidak usah semua mau jadi pegawai. Cukup kita berkontribusi dan ikut pada bagian yang kita bisa dan memungkinkan. Yang penting semua menjaga entitas ini dengan baik.

Dan bila ada orang-orang tertentu yang ingin membuat semuanya tidak tertata lebih baik dilaporkan ke polisi agar semua tetap aman.

Tindakan yang tidak baik dan merugikan harus dihilangkan. Bila ada indikasi laporkan saja jangan segan-segan. Tidak boleh ada seseorang yang merasa berkuasa terhadap alam milik Tuhan yang maha kuasa.
LihatTutupKomentar