Ada 2 permasalahan petani yang sering mereka keluhkan selain masalah di dalam dunia tanam-menanam.
1. Pengolahan
2. Pemasaran
Sebagai petani saya beropini bahwa perlu adanya sebuah gerakan yang aktif dari pemerintah yang memberikan keahlian dalam mengolah dan memasarkan hasil mereka bertani.
Karena selama ini saya masih sering menerima pernyataan bahwa para petani tidak tahu cara menjualnya atau tidak tahu mereka harus menjualnya ke mana.
Selanjutnya pada yang pertama tentu saja keahlian mengolah hasil pertanian itu wajib dimiliki para petani. Setidaknya hasil pertanian itu menjadi bahan setengah jadi atau bahan baku atau bahkan barang jadi.
Agus Saputra salah seorang penggiat pertanian dan peternakan memberikan gambaran bahwa rumput dan gulma kalau diolah akan memberikan keuntungan yang tinggi.
Itu baru rumput saja belum lagi komoditi lain yang sejak awal punya harga seperti singkong dan jagung.
Kemampuan mengolah dan memasarkan ini tidak hanya akan meningkatkan harga namun juga akan membangkitkan daya kritis dan daya usaha bagi para petani.
Sekarang petani harus terbuka wawasan bahwa mereka berhak menentukan harga. Mereka tidak akan kebingungan lagi dengan harga rendah dan pemasaran.
Selain itu, petani wajib dilatih sampai mahir untuk menciptakan produk dengan nilai tinggi untuk kesehatan, lingkungan, dan keserasian dengan alam.
Produk apapun harus dikaitkan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan ketahanan tubuh dan kesehatan lingkungan. Dengan ini konsumen tidak akan ragu meskipun harus membayar dengan harga tinggi karena ada nilai yang tinggi pula yang mereka dapatkan.
Dalam satu kawasan pertanian wajib ada yang memberikan branding yang bercerita dengan menarik terciptanya sebuah produk pertanian sehingga para konsumen merasa bahwa harga produk yang mahal sebanding dengan pengorbanan yang ada di dalamnya.

