-->

Ekonomi Syariah Solusi Bagi Kesenjangan di Masyarakat

Bila perut lapar apapun bisa dimakan. Maka bila keadilan sosial masih belum tercapai maka ketuhanan pun tidak akan dihiraukan. Begitulah secara sederhana hubngan antara kebutuhan jasmani dan rohani.

Selamanya memang bersatu pada diri manusia dua kebutuhan itu. Tidak boleh ada yang menariknya lebih ke dalam sebagaimana tidak seharusnya ada yang membatasinya di luar saja. Maka lahir dan batin sama-sama membentuk satu kesatuan yang utuh.

Ekonomi Syariah Solusi Bagi Kesenjangan di Masyarakat
Apakah yang menjadi landasan berpikir saat anda menyatakan bahwa Ekonomi Syariah Solusi Bagi Kesenjangan di Masyarakat? Tentu tidak akan anda asal bicara tentang hal ini tanpa anda memperbandingkan dengan sistem ekonomi yang lain.

Bila anda membandingkan dengan sistem liberal pakah ekonomi Islam lebih unggul? Ternyata anda mengatakan ya memang faktanya begitu. Anda mengakui bahwa liberalisme ekonomi hanya membuat manusia menyatakan diri sebagai tuhan dan memperbudak manusia lainnya.

Lalu apa yang membedakannya dengan sistem sosialis? Dalam hal ekonomi, sosialis tidak mengakui kepemilikan individu. Bila ini ada dalam sebuah sistem pemerintahan ternyata antara sosialis dan liberalis sama saja.

Lalu bagaimana Islam mengaplikasikan sistem ekonominya? Islam berada dalam jalur yang tepat. Islam mengakui kepemilian pribadi dan sejumlah aturan yang mengarahkan agar kepemilikan ini menjadi saluran bagi yang lain. Dan Islam melindungi barang-barang dan benda-benda untuk kepentingan umum.

Apa hubungan Ekonomi Islam dengan menjawab tantangan problematika kesenjangan di masyarakat? Ternyata solusi yang ditawarkan sudah merupakan yang terbaik. Sejak awal Islam mengajarkan pembebasab budak melalui sejumlah ajarannya.

aluran berikutnya adalah adanya wakaf dan para sahabat Rasulullah saw. memiliki wakaf masing-masing yang digunakan untuk meninggikan dan menyebarkan Islam. Selanjutnya terdapat infaq, shadaqah, dan zakat. Semua itu akan mengurangi dan menghilangkan kesenjangan dalam masyarakat.

Semua itu dibalut dengan ajaran-ajaran yang mengajarkan pembayaran gaji karyawan sebelum kering keringatnya, keadilan dalm hak dan kewajiban, menyayangi orang yang bekerja dengan anda, memperhatikan shalat dan ibadahnya karyawan, menghilangkan kesediahan dan kesulitan tetangga, menyambung tali persaudaraan, dan banyak lagi yang lainnya.
LihatTutupKomentar