-->

Pada Urangna: Benih Kejahatan dalam Balutan Nepotisme

"Pada Urangna" adalah salah satu ungkapan dalam bahasa Sunda yang sedang menjadi trend hari ini. Setidaknya saat mencatat artikel ini ia masih sering diucapkan orang. Terlihat sangat suka mereka mengucapkannya dan menjadi pernyataan selingan di tengah-tengah perbincangan.

Apa maknanya?

Bila diterjemahkan dalam ungkapan lain yang serupa ia seperti ungkapan "Ini rahasia di antara kita saja". Artinya baik sang pengucap maupun yang mendengarkannya sedang berada dalam aktivitas membuka rahasia sesuatu dan orang lain tidak boleh tahu.

Baca juga Menyaksikan Kehidupan Islam di Pesantren Pagelaran Subang dari Dekat

Kapan ia diucapkan?

Sebenarnya kalimat singkat ini kapan pun bisa diucapkan. Namun biasanya diucapkan dalam sebuah perkumpulan yang serius atau semi serius. Dakam hal ini setiap isi pembicaraan sangat penting untuk konsumsi kalangan sendiri.

Bagaimana ia diucapkan?

Kalimat singkat ini diucapkan dengan melirihkan suara. Itu pertanda bahwa isi ucapannya tidak boleh di dengar sembarangan orang. Ini ucapan khusus dan semua orang yang diberikan ucapan yang diawali dengan ini adalah orang yang cukup penting.

Sang penyampai berita akan menurunkan volume suara dan mencondongkan badan ke arah pendengar. Bila jaraknya dekat ia akan mendekatkan mulut ke telinga pendengarnya. Atau itu dilakukan di sebuah ruangan tertutup.

Mengapa disebut benih kejahatan?

Karena etikanya tidak baik dan lebih mirip dengan sikap yang diambil para penggiat anti kemapanan yang mengambil cara kerahasiaan informasi dan metode kasak-kusuk di akar rumput dan lobi-lobi bawah tanah yang massive.

Apa hubungannya dengan nepotisme?

Pernyataan ini akan diucapkan kepada orang yang memiliki kedekatan secara emosional. Orang yang sudah lama bergaul dalam satu lembaga, kepentingan, dan emosinya terjalin sangat dekat akan terkondisikan untuk mengeluakan pernyataan-pernyataan seperti ini.
LihatTutupKomentar