Seni kaligrafi Al-Qur'an atau tulisan Khat berbahasa Arab lainnya sekarang ini - kesannya - hanya untuk orangorang tertentu saja. Padahal tidak lah seperti itu keadaannya. Karena seni kaligrafi adalah bagian kecil saja dari peradaban Islam dan hanya satu bagian dari seni khat atau penulisan.
Terus terang, saya pribadi menyesalkan terhadap semakin banyak anak-anak kalum muslimin yang tidak mampu menulis dengan tulisan Arab. Memang untuk menulis seseorang harus mampu juga membaca dan memiliki modal pengetahuan kosa kata Bahasa Arab.
Studi kasus yang saya alami dan buktikan serta saya menyaksikan sendiri adalah saat saya memberikan tugas kepada anak didik saya untuk menuliskan Surat Al-Fatihah yang sudah sangat mereka hapal. Dan hasilnya apa? Kebanyakan tulisan mereka tidak tepat.
Itu baru menulis belum memakai seni. Maka dari sisi tulisan mereka pun secara kaidah khat masih dinilai belum baik. Umumnya kesalahan mereka ada dalam bentuk hurup dan masalah kalimat yang ditulis, berarti masalah penguasaan kosa kata. Kebanyakan mereka tidak tahu penggalan-penggalan kalimat sehingga bingung antara memisahkan dan menyambungkan.
Selanjutnya dalam hal kaligrafi tentu masalahnya lebih komplek. Bila dalam tulisan dua hal tadi masih ada maka kaligrafi yang dihasilkan tidak akan maksimal. Produknya akan terlihat tida rapi dan tidak harmonis.
Catatan ini merupakan ajakan bagi kita semua untuk bisa dan mampu menulis tulisan bahasa Arab sesuai kaidah khat, sharaf, dan nahwunya. Dan selanjutnya silahkan baca juga Alasan Menyukai Tinju dan Balapan (Sebuah Apalogi).