Mengajar untuk berbakti adalah nilai utama yang harus dipegang oleh seorang guru. Dan nilai yang tidak bertentangan dengan ini adalah mengajar untuk mendapatkan penghasilan. Kedua terma ini saa sekali tidak bertentangan. Dua hal ini ibarat dua perkara dalam satu urutan. Yang satu menjadi landasan bagi yang lain.
Dan siapapun, termasuk guru, harus bisa dan mampu menyikapi keadaan yang sedang terjadi pada dirinya kini. Soal kekurangan sumber penghasilan dan minimnya pendapatan termasuk masalah utama yang harus diselesaikan.
Salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan dan mencapai kebebasan finansial bagi seorang guru adalah dengan melakukan kegiatan bisnis. Tentunya guru dapat memilih sesuai kesukaan dan keahlian masing masing. Tataran produksi, promosi, maupun memperdagangkan sangat bisa dilakukan (tentunya dengan beberapa catatan).
Bila Seorang Guru Sukses Berbisnis, Bagaimana dengan Tugasnya?
Lantas bila dalam bisnis yang digelutinya ia memperoleh kesuksesan apa yang harus dilakukan? Maka saya sendiri menyarankan agar guru yang sukses menjadi pengusaha agar tetap mengajar dan mendidik. Karena Indonesia membutuhkan orang-orang sukses seperti mereka ini.
Satu harapan lagi bagi guru yang memiliki perusahana atau bisnis agar bisa mempekerjakan para muridnya. Tentu harapannya agar mereka mampu melanjutkan sekolah dan nantinya bisa melanjutkan dan memperkaya dunia bisnis ini.
Hanya sedikit ini saja catatan saya. Bila ada manfaatnya silahkan diambil. Dan bila sama sekali salah mohon koreksinya. Semoga para guru mendapatkan ketenangan hidup dan sukses baik dalam dunia pendidikan maupun bisnis. Silahkan baca juga Apa yang Wajib Dilakukan Agar Guru Mendidik dengan Tenang?
Seorang alumni Gontor pernah ditany Kyainya, "Apakah kamu sudah mengajar?" Ia menjawab, "Belum". Kyai mengatakan, "Celaka kamu."
Seorang alumni Gontor pernah ditany Kyainya, "Apakah kamu sudah mengajar?" Ia menjawab, "Belum". Kyai mengatakan, "Celaka kamu."