Melihat tayangan lomba Marathon di Jakarta saya jadi ingta dengan keinginan saya yang satu ini. Sampai sekarang keinginan ini belum terwujud juga. Keinginan saya adalah ingin naik haji di usi muda dan saya akan menghajikan orang tua saya.
Bagi saya yang muslim naik haji adalah kewajiban dan juga impian. Meskipun sekarang belum wajib karena belum ada uangnya. Adsense belum cair juga dan kalupun cair itu hanya cukup untuk membuat rumah saja. Itu pun pondasinya belum semuanya.
![]() |
Marathon |
Yang menarik adalah balasan atau pahala haji itu yang menggiurkan. Syarat hajinya harus mabrur artinya dipandang dan dinilai baik oleh Allah SWT. Bila nilainya bagus berarti semua niat, keinginan, modal, tenaga dan pikiran akan mendatangkan keridoan Allah.
Bentuk keridoan Allah adalah pahala. Karena tidak mungkin akan diberi pahala bila Allah tidak ridho. Saya tidak mengikuti orang tolol yang mengatakan beribadah tidak boleh berharap pahala. Orang seperti itu tololnya kelewatan.
Terus bila dia beribadah itu berharap apa? Bila jawabannya berharap keridoan Allah terus apakah pahala juga bukan ridho Allah. Jawabannya ridlo Allah tidak mungkin yang lain. Jangan sok sufi lah bila itu tidak dikatakan Nabi. Nabi juga tidak mengatakan seperti yang kamu katakan.
Saya tetap beramal karena berharap pahala. Ingat dari Allah. Jelas. Bukan dari syetan. Dari Allah saya bilang. Bila kamu menuduh saya musyrik gara-gara menyekutukan Allah dengan pahala maka itu kebodohan kamu yang kedua.
Lebih musyrik mana bila kamu menyembah Allah dan tidak begitu peduli dengan janjinya. Sorga dan pahala atau keridoan Allah itu adalah janjinya-Nya. Bila kamu tidak peduli dan kurang respect justru anda yang berbuat syirk dan kufr sekaligus.
Kamu bilang bila Tuhan telah ridho walaupun kamu dimasukkan ke dalam neraka maka kamu tidak akan apa-apa. Wah ini kebodohan kamu yang ketiga. Apa latar belakangnya kamu tidak melihat. Bila ada orang baik malah dibakar di neraka tentu ada alasannya. Siapa tahu di hatinya ada perkara jahat hingga harus dibakar.
Namun sudah dibuktikan bahwa orang yang Allah beri pahala kebaikan adalah orang yang baik dalam pandangan-Nya dan ia tidak akan menyiksanya di neraka. kalaupun ia dimasukkan ke dalam neraka itu hanya untuk tamasysya dan melihat kondisi orang kafir dan menertawakan mereka.
Ok saya suka pahala haji karena itu Janji Allah SWT kepada hambanya yang sungguh-sungguh berbakti pada-Nya. Dan saya ingin jadi haji yang mabrur yang semakin dermawan sepulang dari tanah suci.
Haji mabrur adalah kemenangan yang harus disyukuri. Hadiah atas prestasi ini tidak terkira. Orang yang menang dalam lomba Marathon bisa meraih hadiah Rp 500.000. Dan ini hadiah yang besar. Yang berlari berupaya untuk meraihnya. Dan hanya ada beberapa orang saja yang akan mendapatkannya.
Namun sahabat ada satu yang tidak boleh dilewatkan. Karena ada orang yang berlari kencang berpuluh-puluh kilo meter dan ia melewati banyak orang hingga ia mencapai garis finis. Namun sayang sekali ia tidak diberi hadiah atasnya. MENGAPA? Jawabannya adalah KARENA IA TIDAK TERDAFTAR SEBAGAI PESERTA.
Maka dengan ini, kalau ingin haji mabrur, daftarkan diri anda dan menabunglah . . .