-->

Melalui Al-Qur'an Allah Menampakkan Keberkahan Kepada Anak Ini

Tepat pikul setengah 5.0 .  .  .
Mobile isteriku mendadak berdering, menyayikan sebuah irama yang sudah kukenal, hingga akku bangkit meski dengan badan yang masih tertatih dalam keadaan masih kurang stabil gara-gara sesuatu terjadi di kaki.

Ku lihat tidak ada nama . . .
Tanpa ragu aku angkat dan ku tekan tombol hijau tandanya aku bersedia menerima dan siap untuk berbincang. Tidak tahu dengan siapa tapi aku ikhlas barang kali ada sesuatu yang penting yang bisa membuat dunia menjadi lebih indah.

Assalamu'alaikum . . .
Wa'alaikumussalam Warahmatullah . . . heee
 
Terdengar jawaban ramah dan sedikit tertawa kecil. Rupanya ia adalah seseorang yang selama ini dekat denganku. Tapi siapa? 

"Abdi Hilmi Mang . . . "

"Maa syaa Allah . . . "

Dialog ii terus saja berlanjut dan semakin seru dan di saat tersebut aku akui ada keharuan berhias kekagumnku terhadap anak ini. Beliau adalah sahabatku semasa di Pesantren Nurul Amanah Bandung. 

Sejak dahulu memang aku selalu kagum dengan anak ini. Ia begitu santun dan sangat cerdas. Tubuhnya ramping namun soal keuletan dan kecerdasan semua santri sangat tahu itu. Ia adalah anak SMA yang selalu pakai Peci ke sekolah seperti yang biasa dipakai santri.

Ayahnya seorang dosen di UIN Sunan Gunung Djati bandung. Kakanya lulisan Cairo Mesir dan ia menjuarai AKSI, sebuah ajang pencarian bakat dala bidang dakwah dan retorika. Namun ia begitu santun.

Selama beberapa waktu komunikasi kami berjalan lewat SMS dan media sosial hingga akhirnya tersiar kabar ia akan mengambil pendidikan di negeri Turki. Kala itu ia intensif belajar Bahasa Turki dengan sangat intensif.Satu lagi yang harus ia persiapkan yaitu 30 juz hapalan Al-Qur'an yang harus ia penuhi.

Dan kemarin aku begitu kagum padanya. Ia masih ingat sama saya sahabatnya. Ia begitu menghargaiku yang ia anggap sebagai kakak saat di pesantren. Ia mengatakan bahwa hari itu (Selasa) ia baru selesai wisuda artinya 30 juz ia telah hapal dan Kemenag Pusat menjadi saksinya. 

Dan saat meneleponku ia sedang bersiap take off. Katanya setelah Isya pesawat akan take off. Selamat jalan semoga semua cita-citamu dapat kau raih. Kau sahabat yang menginspirasiku dalam melihat hidup dan menjalaninya. 



LihatTutupKomentar