Perintah Allah itu selalu mengandung kemaslahatan, manfaat, dan kebaikan, bahkan hikmahnya besar dan akan terus terungkap dan harus diungkap. Salah satu perintahnya adalah beribadah kepadanya.
Dalam rangka ibadah inilah maka bercabanglah bentuk-bentuk dan cabang-cabanglah. Ada ikhlas, ada syukur, ada sabar, ada tawakal, ada ridho, ada tawadhu, ada disiplin, ada menahan marah, ada menjaga lidah, dan seterusnya.
Baca juga: DOA LANCAR BERBICARA DI DEPAN UMUM
Baca juga: DOA LANCAR BERBICARA DI DEPAN UMUM
![]() |
أملي الجنة |
Kemudian disebutkan bahwa 'perintah kepada sesuatu berarti larangan bagi kebalikannya'. Bila diperintahkan untuk ikhlas maka dilarang riya. Bila diperintah bersyukur maka dilarang kufur, dan begitulah selanjutnya.
Di antara hal yang diperintahkan agama adalah menjaga hati. Menjaga dari apa? Menjaga dari penyakit berbahaya. Apakah penyakit berbahaya bagi hati ini. Tentu banyak sekali. Di antaranya adalah syirik, hasad, sombong, rakus, dendam, nifak, dan banyak lagi yang lainnya.
Kemudian selanjutnya memelihara hati berarti harus juga diiringi dengan pelaksanaan perintah lainnya yaitu memelihara lahir kita. Otak kita, jantung, paru-paru, ginjal, hati, darah, dan semuanya diupayakan untuk dalam kondisi baik dan siap beroperasi.
Mana yang harus lebih diperhatikan. Kedua-duanya, lahir batin, harus diperhatikan. Namun ada perhatian lebih besar kepada aspek batin kita. Mengapa demikian? Paling tidak ada jawaban yang bisa di ajaukan.
Di antara jawaban yang bisa dikemukakan adalah;
- Karena sering kali badan akan menjadi sakit dan penyakitan gara-gara hatinya yang lebih dahulu sakit. Contoh bila ada sifat hasud dan dendam maka lambat laun ia akan memiliki penyakit darah tinggi.
- Keduanya adalah karena masalah hati inilah yang menentukan kebahagiaan seseorang di akhirat nanti. Jadi masalah hati ini tidak berhenti hanya di duna saja.
- Penyakit lahir tidak begitu berpengaruh terhadap jiwa seseorang. Walaupun badannya lumpuh, matanya buta, tenaganya hilang, namun bila hatinya kuat maka musuh pun takut kepadanya, padahal ia tidak memegang senjata bahkan menggeser badan walau hanya satu centimeter saja ia sudah tidak mampu.
- Penyakit lahir dapat dikenali dan diketahui oleh diri pribadi. Sedangkan penyakit batin seringkali yang punya tidak tahu bahkan tidak sadar dan yang tahu persis adalah orang lain.
Mengupayakan kebaikan atau sarana penunjangnya mesti dimulai dengan niat untuk beribadah dan memperlancar prosesnya.