-->

PENGALAMAN DONOR DARAH PERTAMA

PENGALAMAN DONOR DARAH PERTAMA - Telah lama sekali saya ingin melakukan donor darah. Saat di pesantren dulu ada dua kawan kami yang rutin mendonorkan darah mereka. Saepul Gusniawan, Amd. Kes. dan Ansor Musalam, S.Sos.I.

Saya sangat terinspirasi oleh mereka berdua. Dan setelah kami dapatkan banyak referensi ternyata teramat banyak manfaat dari aktifitas donor darah ini.

Sebagai anak pesantren tentu pertama-tama yang mengisi semua tingkah laku adalah ajaran agama. Dan kami banyak mendengar bahwa orang yang paling baik adalah yang paling bermanfaat.

Selebihnya dalam bab tentang Qisas sering ada pernyataan bahwa bila seseorang membunuh satu orang maka sesungguhnya ia sama saja dengan membunuh semua orang. Dan bila memberikan penghidupan kepada orang lain maka ia telah menghidupkan semua orang.


Menghidupkan orang tentu bahasa yang meluas, melebar, dan mendalam. bahkan kata ini mendapatkan bobot yang terus bertambh karena kandungan isinya yang unggul dan bagus kualitasnya.

Secara sederhana para petugas PMI mengatakan bahwa donor darah itu sangat baik untuk kesehatan tubuh. Yang donor secararutin akan dijauhkan dari penyakit berat semacam stroke.


Akhirnya kesempatan itu datang. Setelah lama berniat akhirnya terlaksana juga ikut donor darah. Saya berdonor di RSUD Pameungpeuk Garut. Lokasinya dekat dengan Pantai Santolo. Kami berencana akan mampir ke rumah Bapak dani Sabila di sana.


Ceritany adalah kami diajak Bapak Budi dan Istri, Ibu Ening, untuk menemani mereka berdua ke Pameungpeuk untuk memeriksa kesehatan mereka.

Nah di sana bertepatan dengan sedang diadakannya kegiatan donor darah. Setelah ada yang mengajak dan memberi tahu kami langsung mengiyakan dan setelah dicek kesehatan kami langsung "naik ranjang" untuk diambil darah.

Setelah beres dan kami menunggu hasil analisis atas photo rontgen akhirnya kami pulang pukul 2 siang setelah shalat zhuhur, makan baso, dan menunggu lama.

 



 

LihatTutupKomentar